RSU Pusat Segera Dibangun di KUPANG

Drg. DOMINIKUS Minggu, M.Kes di Gedung DPRD NTT, Senin, 22 Juli 2019. Doc. CNC/marthen radja

Rencana pembangunan Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) di wilayah Timur Indonesia adalah sesuatu yang pasti. Salah satunya dibangun di Kupang ibukota Provinsi NTT.

Citra-News.Com, KUPANG – KEPALA DINAS Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Drg. Dominikus Minggu, M.Kes mengatakan, rencana pembangunan RSUP telah memasuki tahapan DED (design engineering detail).

“Tahun 2019 ini telah dilakukan visibility study dan detail enginering design. Kita terus mengawalnya mulai dari proses awal hingga kegiatan-kegiatan lainnya secara terkoordinasi. Gubernur NTT melalui Badan Pengelolaan Asset Daerah telah menyiapkan lahan seluas 12 hektar untuk pembangunan RSUP tersebut,”demikian Domi kepada citra-news.com di Gedung DPRD NTT, Kupang, Senin 22 Juli 2019.

Menurut dia, pemerintah pusat mengalokasikan dana APBN untuk pembangunan RSUP di wilayah Timur Indonesia. Masing-masing terdapat di Wamena Papua Barat, di Maluku, dan di Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Untuk Wamena dan Maluku sudah dibangun sedangkan di Kupang sementara tahapan visibility study dan DED (detail enginering design).

“Dalam kesepakatan bersama itu pemerintah daerah menyediakan lokasi atau lahan dan pembangunan fisiknya oleh pemerintah pusat. Dan ini dipertegas lagi oleh Menteri Kesehatan RI  dalam Rapat Kesehatan Daerah tanggal 17 Juni 2019 lalu. Bahwa pembangunan Rumah Sakit Umum Pusat adalah suatu keharusan. Oleh karena itu sudah dibangun di beberapa wilayah seperti di Maluku  dan di Wamena Papua Barat. Untuk Kupang Provinsi NTT sementara tahapan persiapkan visibility study dan DED.

“Dalam kesepakatan itu lokasinya telah dipersiapkan oleh Gubernur NTT sekitar 12 hektar di Manulai 2 Kota Kupang. Silahkan ditanyakan ke Badan Pengelolaan Asset Daerah Provinsi soal lokasi tanah yang dipersiapkan untuk pembangunan Rumah Sakit Umum Pusat tersebut. Jadi kita hanya persiapkan lahanya sementara pembiayaannya oleh pemerintah pusat,”tegasnya.

Menjawab soal kendala pembebasan lahan, mantan Kepala RSUD Prof. Johanes Kupang itu mengatakan untuk lokasi pembangunan rumah sakit tidak ada masalah. Hanya saja ada permintaan dari Kementerian Kesehatan agar lahan milik masyarakat di bahagian depan rumah sakit itu juga dibebaskan. Sehingga ketika nantinya rumah sakit sudah beroperasi maka bisa mempermudah aksesibilitas orang dan kendaraan.

“Soal legalitas lahan miliki masyarakat itu domainnya bagian Asset. Prosesnya  seperti apa kita tunggu hasilnya. Tapi yang pasti lahan yang sudah ready (siap) sekitar 12 hektar lebih dan tidak ada kendala-kendala yang berarti untuk memulai membangunnya,”kata Domi.

Menjawab seberapa pentingnya RSUP tersebut, dia menjelaskan, keberadaan Rumah Sakit Umum Pusat itu adalah untuk ikut serta meningkatkan pelayanan kesehatan untuk masyarakat kita di wilayah Provinsi NTT. Dan menjadi Rumah Sakit Rujukan regional.

“Manfaat keberadaan rumah sakit umum pusat ini untuk kita adalah mempekerjakan anak-anak NTT. Terutama bagi lulusan-lulusan STIKES, Poltekes, dan lulusan dari fakultas kedokteran Undana. Mereka-merekalah sebagai pelaksana-pelaksana kesehatan dan berada dibawah naungan Kementeraian Kesehatan RI,”tandasnya. +++ marthen/citra-news.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *