MATANG Perencanaan, Boy : TIDAK Ingin Tersandung KASUS yang Sama

OTNIAL G. Boy, S.Pd, saat diwawancarai citra-news.com di Kupang Senin, 28 Oktober 2019. Doc. CNC/marthen radja-Citra News.

Gedung RKB dua lantai di SMKN 5 Kupang yang dibangun tahun 2018 lalu, sampai saat ini belum diserahterimakan. Gedung yang dibangun dari sharing dana APBN dan dana komite itu senilai Rp 750-an juta itu terkesan didiamkan oleh Dinas PK Provinsi NTT.  Ada apa iya?

Citra-News.Com, KUPANG – KEPALA DINAS (Kadis) Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Nusa Tenggara Timur, Drs. BENYAMIN Lola, M.Pd mengingatkan  pihak panitia swakelola pembangunan gedung ruang kelas baru (RKB) SMKN 5 Kupang tahun 2018, agar segera memasukkan data laporan pelaksanaan pembangunan ke pihak dinas.

“Saya sudah minta kepala sekolah agar data pelaksanaan pembangunan gedung RKB baru di SMKN 5 Kupang segera dimasukan ke pihak dinas melalui bidang Dikmen. Tapi sambil menunggu  data laporan dari panitia, kalau memang itu sudah bisa digunakan iya digunakan saja.  Kan yang kita utamakan fungsinya bahwa gedung yang sudah selelsai dibangun harus segera difungsikan. Kalau ada pihak yang terkait hukum akan berhadapan dengan hukum. Tapi gedung yang ada harus difungsikan,”pinta Benyamin saat ditemui awak citra-news.com, Senin 21 Oktober 2019.

BENYAMIN Lola didampingi SAFIRAH C. Abineno saat mengunjungi SMKN 5 Kupang, Senin, 21 Oktober 2019. Doc. CNC/marthen radja-Citra News.

Memaknai permintaan sang Kadis Benyamin, pihak panitia perencaanaan pembangunan gedung serbaguna membuat tahapan perencanaan sesuai dengan kemampuan keuangan yang dimilikinya. Dipastikan Ketua panitia Perencanaan Otnial G. Bo, S.Pd tidak ingin tersandung pada batu yang sama.

“Sebagai Ketua Panitia Perencanaan saya tidak mau masalah yang sama terulang di pembangunan gedung serbaguna ini. Karena diketahui ketika panitia pembangunan gedung RKB tahun 2018 banyak menyimpan masalah. Akibatnya pembangunan tidak selesai dan terpaksa datang kepala sekolah yang baru ini berinisiatif untuk menyelesaikannya. Sehingga dalam membangunan  gedung Serbaguna ini  kami membuat perencanaan yang matang agar meminimalisir persoalan yang bakal timbul,”terang Boy.

Ground breaking oleh Kasek Safirah Abineno (gambar kiri) dan pose bersama pendeta, Ketua Komite serta para guru SMKN 5 Kupang, Senin 28 Oktober 2019. Doc. CNC/marthen radja-Citra News.

Kepada awak citra-news.com di SMKN 5 Kupang Jalan Nanga jamal Nomor 1 Naikoten I Kota Kupang, Timor NTT, Senin 28 Okober 2019, Boy mengatakan perencanaan matang yang dia maksudkan adalah diperhitungkan hingga slot atau cor lantai satunya.  Dengan beban biaya Rp 134.500.000 diharapkan pekerjaan sampai pengecoran lantai atas, karena kita rencanakan gedung serbaguna ini berlantai dua. Lamanya pekerjaan tahap pertama ini selama 90 hari kalender, terhitung sejak 1 Oktober sampai dengan Januari 2019.

Menurut dia, pembangunan gedung serbaguna ini sangat prospektif untuk pengembangan ‘ke atas’. Dengan areal yang sudah sempit maka ke depan pembangunan gedung sistem ‘tumbuh’.  SMKN 5 Kupang sudah memulainya dengan pembangunan RKB tahun 2018. Meskipun secara teknis kualitasnya diragukan,kritik Boy.

HUNCE Kesal Kasek Safirah Bikin SK Secara Sepihak

Sentilan Boy cukup beralasan karena ketua panitia HUNCE Lapa ketika membangun RKB dua lantai hanya ‘tempel’ saja tiang-tiang pada tembok yang sudah ada. Sementara sistem suntik yang dibuat untuk pembangunan gedung serbaguna adalah pengecoran beton untuk tiang terpisah dari tembok bangunan lama.

Terkait hal ini Hunce saat ditemui media ini, menyatakan dirinya tidak tahu kalau dia dipercayakan kepala sekolah jadi ketua panitia swakelola. Penempatan Hunce Lapa jadi Ketua Panitia Swakelola  sama halnya ketika membangun RKB dua lantai tahun 2018.

Gambar  kiri : Ketua Komite dan wakil orangtua melakukan ground breaking (peletakan batu pertama) dan gambar kanan papan proyek, Senin 28 Oktober 2019. Doc. CNC/marthen radja-Citra News.

“Saya tidak tahu kalau saya diangkat jadi ketua panitia. Mana itu SK dibuat saya tidak tahu. Pak wartawan tanya saja di guru lain yang terlibat di pembangunan gedung serbaguna ini. Itu pak Boy yang ketua panitia bukan saya. Tanya juga pak Domi atau pak Selan,”ungkap Hunce.

Permainan lidah Hunce Lapa ini asli tanpa beban, padahal ketika namanya dipanggil untuk melakukan peletakan batu pertama sebagai Ketua panitia.

“Iya pak Hunce ketua panitia di pembangunan gedung serbaguna ini. Saya percayakan dia karena dia adalah Wakil kepala sekolah (Waka)bidang Sarana Prasarana,”jelas Kepala Sekolah (Kasek) SMKN 5 Kupang di sela-sela acara pelatakan batu pertama pembangunan gedung Serbaguna SMKN 5 Kupang,Senin, 28 Oktober 2019. +++ marthen/citra-news.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *