Maksi : Ruas JALAN Provinsi SoE-Kapan-Nenas SUDAH DIASPAL

Ir. MAKSI Nenabu, MT saat diwawancarai awak media Online Citra-News.Com di kantor Dinas PRPR Provinsi NTT di bilangan Jl. Basuki Rachmat Oepura Kupang, Timor, Kamis 20 Pebruari 2020. Doc.CNC/marthen radja.Citra News.

Gubernur Viktor  mengingatkan agar ruas jalan SoE-Kapan yang merupakan kewenangan Pemerintah Provinsi NTT harus ditingkatkan dari kondisinya saat ini. Tahun 2021 Destinasi wisata Fatu Nausus perlu ditata lebih baik lagi. Terutama ruas jalan provinsi harus dibuat lebih bagus lagi.

Citra-News.Com, KUPANG – KEPALA DINAS Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Ir. MAKSI Nenabu, MT mengatakan, semua ruas jalan yang menjadi kewenangan pemerintah provinsi terus dilakukan pengembangan dan peningkatan.

“Setiap tahun kita lakukan  pengembangan dan peningkatan ruas jalan provinsi. Hanya saja mulai tahun 2020 ini kita lebih terfokus pada beberapa wilayah yang memiliki panjang ruas jalan provinsi yang belum ditata secara baik. Khususnya di Pulau Timor bagian barat ada di Kabupaten Kupang dan Kabupaten TTS, pada beberapa ruas tertentu belum dioptimalisasikan. Seperti ruas jalan Barate-Manubelon dan Bokong Lelogama yang sudah ditingkatkan statusnya dari jalan kabupaten ke jalan provinsi. Ini yang menjadi fokus pekerjkaan kita,”kata Maksi saat ditemui awak media Online Citra-News.Com di Kupang, Kamis, 20 Pebruari 2020.

Dikatakannya, pekan lalu Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat melakukan kunjungan kerja ke kabupaten-kabupaten di daratan Timor Barat. Ada beberapa point penekanan dalam kunjungan tersebut yakni soal Stunting dan Kemiskinan.

“Dua hal ini akan tertangani dengan baik jika aksesibilitas masyarakat lancar sehingga memudahkan aktivitas ekonomi masyarakat. Iya satu-satunya jalan harus dibangun secara baik. Oleh karena itu kami dari dinas ini harus bekerja ekstra dan sesuai dengan kemampuan dana yang ada kita fokus pada ruas-ruas jalan akses ke pusat-pusat perekonomian,”tandasnya.

Saat berkunjung ke Kabupaten TTS, sambung dia, bapak gubernur meningatkan agar ruas jalan SoE menuju Kapan pada tahun 20201 harus ditingkatkan dari kondisinya saat ini. Untuk kondisi saat ini ruas jalan SoE-Kapan-Nenas sudah diaspal. Memang ada  beberapa spot yang mengalami kerusakan ringan dan saat ini tengah diperbaiki.

“Ruas jalan provinsi dari SoE menuju Kapan terus ke Nenas sudah diaspal. Hanya beberapa spot yang dalam kondisi rusak tapi sedang diperbaiki juga saat ini. Bahkan ruas yang sudah diaspal ini sudah sampai di simpang hutan pinus (cemara). Untuk lanjut ke obyek wisata Fatumnasi itu ruas jalan yang menjadi kewenangan Pemerintah Kabupaten TTS. Di titik simpang hutan Cemara itulah bapak Gubernur Viktor pada kunjungan kerjanya pekan lalu beliau menanam anakan jeruk,”jelas Maksi.

Gubernur Viktor menanam anakan Jeruk di wilayah Fatu Nausus Desa Lelobatan Kecamatan Mollo Utara Kabupaten TTS, Kamis 13 Pebruari 2020. Doc.CNC/dinas pupr ntt

Disebutkkan, panjang ruas jalan provinsi dari SoE – Kapan sepanjang 15,5 Kilometer (KM). Sedangkan dari Kapan ke Nenas sepanjang 25, 5 KM. Dari panjang ruas jalan provinsi yang ada ini dipastikan tahun 2021 ditingkatkan kondisinya.

“Jika perlu ruas jalan SoE-Kapan-Nenas dihotmix, atau dikatakan bapak Gubernur, dibuat lebih bagus lagi. Sehingga waktu tempuh bisa dipersingkat. Lebih dari itu karena di ruas  yang ada ini ada obyek wisata Fatumnasi,”kata Maksi.

Fatumnasi Destinasi Wisata yang Membanggakan

Gubernur Viktor Bungtilu Laiskodat dalam kunjungan kerja ke kabupatenb TTS, Kamis, 13 Pebruari 2020 berharap ruas jalan SoE-Kapan yang merupakan kewenangan Pemerintah Provinsi NTT, akan ditingkatkan kondisinya pada tahun 2021 mendatang.

“Ruas jalan ini harus dikerjakan tahun 2021. Sebab di wilayah bagian Mollo Kabupaten TTS memiliki potensi yang luar biasa. Alam di TTS harus dijadikan sebagai destinasi wisata yang membanggakan dan mengharumkan TTS. Oleh karena itu, ruas jalan Soe-Kapan akan dikerjakan tahun depan,”ucap Viktor seperti dikutip awak Citra-News.Com Biro SoE, Jors Tefa.

Menurut Gubernur Viktor, alam di Mollo Kabupaten TTS indah dan sejuk. Punya potensi yang menarik wisatawan bahkan orang NTT sendiri. Untuk itu kondisi jalan harus baik sehingga orang datang ke sini tidak lagi rem-rem. Dia hanya butuh waktu paling kurang 25 menit sudah tiba di alam yang hijau dan sejuk Fatumnasi

Dalam sambutannya Gubernur Viktor menambahkan, untuk mensukseskan Pariwisata di NTT khususnya di Kabuaten TTS, harus satukan perencanaan untuk pembangunan. Jangan Provinsi program lain kabupaten lain.  Tetapi harus ada kolaborasi sehingga bisa berjalan dengan baik.

“Setelah Raker para OPD Kabupaten dan Provinsi harus rencanakan bersama. Kalau OPD di Kabupaten buat lain dan tidak sinkron dengan recana Pemprov maka tidak akan berhasil. Pada hal TTS memiliki potensi yang sangat menjanjikan, alamnya sejuk, alamnya indah, kalau ditata dengan baik, maka akan punya penghasilan yang luar biasa,” katanya. +++ tim CNC

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *