STKIP Abal-abal MENIPU Pemkab TTS, Koq Bisa?

Mendirikan lembaga pendidikan saat ini sangat mudah. Namun ada juga yang abal-abal. Ciri lembaga pendidikan abal-abal adalah sekadar mengantongi ijin pendiriannya. Seperti halnya STKIP Timor Indonesia yang beroperasi di Kabupaten TTS Provinsi NTT.

Citra-News.Com,SOE – KEPALA BAGIAN (Kabag) Umum Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah VIII, Drs.WAYAN Suarjaya, M.Ap mengaku kesal dengan maraknya pengoperasian STKIP abal-abal di wilayah Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

STKIP abal-abal yang dimaksud Wayan adalah STKIP Timor Indonesia. Konon lembaga pendidikan tinggi ini sudah lama beroperasi di wilayah TTS. Dan bahkan terviral kabar kalau STKIP Timor Indonesia sempat mewisuda sejumlah mahasiswanya.

“Bagaimana bisa STKIP Timor Indonesia mewisuda mahasiswanya pada tanggal 27 Juni 2017 lalu. Sementara STKIP Timor Indonesia sendiri tidak terdaftar bahkan tidak tercatat di LLDIKTI Wilayah VIII (delapan). Ini sebuah tindakan yang sudah melenceng jauh dari aturan,”tegas Wayan saat ditemui awak citra-news.com  usai mewisuda 75 mahasiswa STIKIP SoE, di GOR Nekamese SoE, Timor-NTT, Sabtu 26 Oktober 2019.

Mahasiswa STKIP SoE dan sambutan Drs. WAYAN Suarjana, M.Ap, Sabtu 25 Oktober 2019. Doc. CNC/Jor Tefa-Citra News.

Wayan memastikan saat diwisudanya mahasiswa STKIP Timor Indonesia, turut hadir kepala daerah dan atau pejabat utusan dari Pemkab TTS. Selain elemen pejabat terkait sebagai wujud dukungan moril terhadap kegiatan yang bermartabat ini.

Namun patut disayangkan mengapa Pemkab TTS tidak melakukan penelusuran lebih jauh bagaimana sepak terjang dari STKIP Timor Indonesia. Pemerintah setempat punya kewenangan otonomi. Oleh karena itu apapun aktivitas yang dilakukan elemen masyarakat di dalam wilayah kerja Pemkab TTS harus diketahui pemerintah.

“Kami yakin selama STKIP Timor Indonesia beroperasi di wilayah TTS mendapat restu dari pemerintah setempat. Karena faktanya sampai bisa mewisuda mahasiswanya pada tanggal 27 Juni 2017. Dinas pendidikan setempat seharusnya punya data lembaga pendidikan yang ada di Kabupaten TTS. Termasuk lembaga pendidikan dari luar NTT yang beroperasi di wilyah NTT khususnya di Kabupaten TTS,”kata Wayan.

Minimnya pengawasan pemerintah dan masyarakat setempat, tambah Wayan, memberi ruang yang sangat terbuka bagi STKIP Timor Indonesia untuk menjalankan misi pendidikannya di Kabupaten TTS. Padahallembaga tinggi ini tidak terdaftar bahkan tidak tercatat di LLDIKTI Wilayah VIII. Atau dengan kata lain STKIP Abal-abal, ungkap Wayan.

BUDI Johan PENIPU, Bupati EPY Diminta Bikin Laporan Tertulis

Rupanya nalar sehat dan nadi kesabaran Wayan sudah tidak berjalan normal lagi. Apalagi kehadiran BUDI Johan pada pelaksanaan wisuda mahasiswa STKIP Timor Indonesia tanggal 21 Juni 2017 silam. Bahwa Budi Johan mengaku kalau dia adalah salah satu petinggi di LLDIKTI Wilayah VIII Denpasar.

Mahasiswa STKIP SoE saat diwisuda Sabtu 25 Oktober 2019. Doc. CNC/Jor Tefa-Citra News.

“Budi Johan adalah penipu. Pemerintah dan masyarakat TTS harus berhati-hati dengan modus penipuan seperti ini. Karena kedua lembaga pendidikan tersebut menjalankan bisnis pendidikan hanya untuk memperkaya diri. Bukan dalam upaya mencerdaskan generasi bangsa,”ucap Wayan.

Bahwa wisuda yang dilakukan STIKIP Timor Indonesia, lanjut Wayan, tidak sesuai dengan prosedur dan aturan yang berlaku di LLDIKTI Wilayah VIII Denpasar. Karena itu masyarakat harus membuat laporan tertulis kepada Bupati TTS. Agar Bupati TTS segera menyurati LLDIKTI Wilayah VIII untuk mencaritahu lembaga pendidikan tersebut. Dan jika jawaban dari kami di LLDIKTI bahwa lembaga tersebut tidak terdaftar maka Bupati TTS segera bertindak.

“Kami minta Bupati TTS (EGUSEN Pieter Tahun, Red) segera membuat laporan tertulis ke LLIKTI . Dan kami di LLDIKTI Wilayah VIII Denpasar siap menerima pengaduan masyarakat melalui Bupati TTS. Selanjutnya kami akan melakukan upaya-upaya hukum terhadap Budi Johan dan STIKIP Timor Indonesia,”kata Wayan.

Suasana Rapat Terbuka Sebat STKIP SoE, Sabtu 26 Oktober 2019. Doc. CNC/Jor Tefa-Citra News.

Sembari  meminta agar Bupati TTS harus segera bertindak sebelum STIKIP Timor Indonesia lebih banyak lagi memakan korban warga TTS. Karena saat ini ada banyak lembaga pendidikan yang diragukan keabsahannya.Terutama  STKIP Nusa Timor dan SKIP Timor Indonesia yang memang tidak terdaftar di LLDIKTI Wilayah VIII Denpasar.

Budi Johan adalah penipu, tegas Wayan. Sehingga perlu diwaspadai. Jika ada yang merasa dikorbankan, silahkan melapor ke pihak berwajib. Agar diproses secara hukum terhadap siapapun dia dan dari lembaga pendidikan manapun, yang dengan sengaja ataupun tidak sengaja melakukan perbuatan melawan hukum,tandasnya. +++ jofan/citra-news.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *