Bumdes MAJU BERSAMA Pasok Telor Ayam Untuk Hari Raya

PAULINUS Badar, Kepala Desa Ribang Kabupaten Sikka. Doc.CNC/arnold welin-Citra News.

Pemanfaatan Dana Desa miliaran rupiah yang dikelola Badan Usaha Milik Desa lebih berorientasi pada pemberdayaan ekonomi masyarakat. Sejumlah dana tersebut sebagai media investasi bisnis di sector usaha skala kecil dan menengah atau usaha home industry.

Citra-News.Com, MAUMERE – ALOKASI Dana Desa saat ini lebih besar porsinya untuk usaha pemberdayaan ekonomi masyarakat tinimbang pembangunan infrastruktur. Sehingga bermanfaat bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat desa.

Insiasi Bumdes melakukan investasi usaha bisnis dalam skala kecil dan menengah dimaksudkan untuk membiayai pelaksanaan program yang bersifat lintas kegiatan. Juga menciptakan lapangan kerja yang berkelanjutan; meningkatkan pendapatan ekonomi bagi keluarga miskin. Serta mendukug peningkatan pendapatan asli desa.

Fakta demikian saat ini tengah dilakukan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) MAJU BERSAMA di Desa Ribang Kecamatan Koting Kabupaten Sikka Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Kepada awak citra-news.com Kepala Desa Ribang, PAULINUS Badar menjelaskan semenjak ada Bumdes Maju Bersama Desa Ribang melakukan investasi bisnis. Dengan usaha unggulannya yakni Ternak Ayam Petelur.

“Ada 500 ekor ayam petelur yang produktif milik Bumdes. Dari jumlah yang ada menghasilkan telor setiap harinya rata-rata berjumlah 450 butir. Hasil penjualan per hari rata-rata 12 ikat lebih. Kalau 1 (satu) ikat terdapat 6 papan dengan harga per papan Rp 45.000 maka keuntungan bisa didapat Rp 400-600 Ribu. Kalau dikalikan satu bulan maka ada keuntungan yang cukup signifikan,”kata Paulinus.

Menurut dia, dengan pendapatan yang diperoleh cukup bagus Bumdes Desa Ribang berniat melipatgandakan pasokan anak ayam petelur ini. Direncanakan tahun 2020 manajmen Bumdes ini akan menambah anak ayam petelur sebanyak 500 ekor. Jika semuanya bisa berproduksi dengan baik maka sudah ada 1000 ekor ayam petelur produktif.

Menjawab terkait kebutuhan pada Hari Raya Natal 2019 dan Tahun Baru 2020, kata Paulinus, masih cukup untuk kebutuhan lokal. “Untuk kebutuhan lokal masyarakat di Kecamatan Koting sangat cukup. Khususnya melayani untuk konsumsi masyarakat, juga memenuhi permintaan kios dan toko yang ada di wilaya Kecamatan Koting,”jelas dia.

Sembari menambahkan, ke depannya manajemen Bumdes merencanakan untuk peningkatan produksi dengan menambah pasokan jumlah anak ayam petelur. Mengingat semakin bertambah permintaan pasar akan telor ayam.

Menambah bibit ayam petelur yang produktif berarti juga menambah atau memperluas ukuran kandang yang ada. Dan juga menambah jumlah tenaga kerja atau petugas untuk pemeliharaannya nanti.

“Itu artinya juga menjadi bagian dari mengatasi jumlah pengangguran yang terus bertambah setiap tahunnya. Dengan demikian maka spirit dari penggunaan dana desa adalah juga dapat menciptakan tenaga kerja yang berkelanjutan,”tandasnya. +++ arnold/citra-news.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *