FANTASTIS Angka Sumbangan PAD 2020 dari Sektor Pendidikan

Drs. BENYAMIN LOLA, M.Pd saat diwawancarai di Kantor Dinas P dan K Provinsi NTT di bilangan Jl. Soeharto Naikoten 1 Kupang, Timor-NTT. Doc.CNC/marthen radja-Citra News.

Dalam rancangan APBD 2020 khususnya untuk sector Pendidikan, total belanja langsung dan belanja tidak langsung senilai 1 triliun lebih  atau tepatnya Rp 1.659.724.861.884. Sumber pembiayaan/belanja terjadi jika ada pos pendapatan. Salah satu sumber potensial APBD adalah PAD

Citra-News,Com, KUPANG – PADA tahun Anggaran (TA) 2020, besarnya sumbangan untuk meningkatkan pendapatan asli daerah Provinsi Nusa Tenggara Timur (PAD Prov.NTT) dari sector pendidikan mengalami angka kenaikan yang sangat fantastis dari tahun sebelumnya. Hal ini berbanding lurus dengan kebijakan APBD dimana total belanja langsung dan belanja tidak langsung senilai Rp 1,6 triliun lebih.

Diketahui, RPJMD Provinsi NTT tahun 2018-2023 ada 7 (tujuh) program prioritas pembangunan daerah. Diantaranya untuk kebutuhan Aksesibilitas dan Kualitas Pendidikan dan Kesehatan (Prioritas Daerah 6). Dalam rancangan APBD 2020 khususnya sector Pendidikan total belanja langsung dan belanja tidak langsung senilai 1 triliun lebih  atau tepatnya Rp 1.659.724.861.884. Dengan rincian belanja langsung sebesar Rp 804.584.625.884.- dan belanja tidak langsung sebesar Rp 855.140.236.000. (sumber: Nota Keuangan Atas RAPBD Provinsi NTT Tahun 2020).

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadis PK) Provinsi NTT,Drs. BENYAMIN Lola, M.Pd mengatakan, pada TA 2020 sumbangan untuk peningkatan PAD provinsi dari Dinas PK Prov. NTT mengalami kenaikan sangat fantastis dari angka sumbangan tahun-tahun sebelumnya.

“Kalau tahun 2019 angka sumbangan yang menjadi ‘jatah’ dari dinas ini sebesar Rp 70 juta. Tapi kami terlampaui dari target ini yakni sebesar Rp 79 juta. Sedangkan pada TA 2020 ditargetkan hampir 1 (satu) miliar. Saya tidak hafal persis angkanya tapi lebih kurang Rp 970-an juta harus masuk kas PAD. Ini memang sebuah angka yang sangat fantastis. Nah untuk bisa mencapai target ini perlu dicarikan sumber-sumber baru,“kata Benyamin saat diwawancarai di kantornya di bilangan Jl.Soeharto Naikoten 1 Kupang, Timor –NTT, Senin 03 Pebruari 2020.

Menurut Benyamin sumber baru yang dimaksud adalah bagian dari usaha dari sekolah. Yaitu bersumber dari SMA/SMK Negeri khususnya. Diketahui sejak tahun 2017 kewenangan pegelolaan lembaga pendidikan SMA/SMK oleh Pemerintah Provinsi.

“SMA/SMK Negeri menjadi sasarannya. Mereka wajib memberikan sumbangan untuk PAD kita. Iya diatas 2 juta untuk SMA Negeri, tapi kita akan data lagi unit usaha apa saja yang ada di sekolah tersebut. Sedangkan kalau sekolah kejuruan (SMKN) diatas 5 juta karena mereka punya unit-unit produksi dan memiliki jurusan yang bisa mendapatkan penghasilan,”tandasnya.

SMA/SMK Negeri wajib memberikan sumbangan untuk PAD, tegas Benyamin. Karena sarana prasarana (Sarpras) yang dimiliki sekolah merupakan bantuan dari pemerintah atau bagian dari anggaran belanja dari APBD maupun APBN. Maka adalah aneh dan lucu kalau ada kepala sekolah menyatakan, sekolahnya akan berikan sumbangan untuk PAD kalau pemerintah provinsi buat regulasinya dalam Perda atau Instruksi. Sementara sudah ada Perda tentang APBD tahun 2020 dan Perda ini adalah regulasinya.

“Memang belum ada kesempatan untuk mensosialisasikan secara langsung ke sekolah-sekolah. Nanti kami buat surat undangan resmi ke sekolah-sekolah untuk kita rapat bersama menyatukan persepsi mengenai hal ini. Tapi ketika kepala sekolah datang kesini untuk keperluan dinas, saya langsung sampaikan dan umumnya setuju berikan sumbangan. Saya bilang jangan Rp `1 juta. Untuk SLB iya boleh -boleh saja `1 juta per  tahun,”beber dia.`

Dia menuturkan, selama ini lembaga SMA/SMK Negeri kepala sekolahnya hanya bisa meminta daripada memberi. Sementara sumber pembiayaan untuk perbaikan penghasilan, atau pemeliharaan peralatan dan lain-lain itu berasal dari APBD dan bukan dari DAU (dana alokasi umum). Ketergantungan fisikal kita besar namun PAD kita kecil jika dibandingkan dengan DAU. Sehingga kebijakan pemerintah provinsi NTT saat ini untuk bagaimana mendorong peningkatan  PAD dengan cara mencari sumber-sumber baru. Dan sumber-sumber itulah ada di SMA/SMK Negeri. Oleh karenanya sangat tidak masuk akal kalau ada kepala sekolah yang menyatakan kami tidak bisa menyumbang untuk PAD.

Safirah : Bisa Lebih dari 10 Juta Kalau Kami Punya Gardu Listrik Sendiri

Kepala Sekolah (Kasek) Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 5 Kupang, Dra.SAFIRAH Cornelia Abineno, mengatakan sesungguhnya sumbangan PAD yang diberikan sekolah, sangat tidak sebanding dengan nilai sarana prasarana (Sarpras) yang sudah dibangun pemerintah. SMA/SMK Negeri seyogianya punya kepedulian bersama untuk menyumbang bagi peningkatan PAD kita.

“Perlu kesadaran bersama prinsip Dari -Oleh -dan Untuk Kital, berlaku juga untuk PAD. Bahwa sumbangan PAD yang kita berikan adalah juga kembali ke kita lagi berupa APBD dan APBN (DAU/DAK). Ada pos pengeluaran/belanja kalau ada pendapatan, bukan?,”demikian Kasek Safirah kepada Citra-News.Com di SMKN 5 Kupang, Senin 02 Maret 2020.

Kasek SAFIRH C. Abineno (kiri) dan Kasek JEMMY A. Baria. Doc.CNC/marthen radja-Citra News.

Pernyataan lugas Kasek Safirah ini dilatari pemahaman bahwa APBD bersumber dari PAD. Bahwa system anggaran pemerintah daerah, ada pos pendapatan atau penghasilan baru ada pos belanja atau pengeluaran. Nah, untuk mencari sumber baru PAD di sector pendidikan maka dioptimalisasikan unit-unit produksi di masing-masing SMA/SMK Negeri.

Meskipun ada banyak hal yang perlu dibenahi, tegas dia, akan tetapi untuk saat ini SMKN 5 Kupang menyatakan kami sanggup beri sumbangan untuk PAD tahun 2020 sebesar Rp 10 juta. Kalau kami punya gardu listrik sendiri maka kami bisa sumbang untuk PAD lebih dari 10 juta.

Kasek Safirah mengakui, di SMKN 5 Kupang punya unit-unit produksi, berupa jurusan atau kompetensi keahlian (Komli) yang berpeluang menjadi sumber pendapatan. Tapi untuk lebih memaksimakan unit produksi yang ada terutama Komli TKRO (Teknik Kendaraan Ringan Otomotif), Teknik Pengelasan, dan Tenik Bangunan butuh daya listrik yang besar.

“Saat ini kami punya listrik dengan daya rendah karena masih satu gardu dengan masyarakat umum. Kami sudah ajukan ke PLN supaya SMKN 5 Kupang dipasang gardu tersendiri. Punya gardu tersendiri sangat membantu saat UNBK dan kebutuhan Komli bisa lebih optimal. Kalau semua Komli yang ada bekerja optimal dan jujur maka akan bisa menghasilkan pendapatan yang lumayan. Dari pendapatan ini selain untuk belanja kebutuhan operasional juga sebagian pendapatan kita sumbangkan untuk PAD,”katanya.

Pada kesempatan terpisah, Kepala SMAN 6 Kupang,  JEMMY A. Baria mematok target yang disanggupi sekolahnya. Dia mengungkapkan, mengenai sumbangan untuk PAD Provinsi NTT, dari SMAN 6 Kupang targetkan sekitar Rp 2 juta. Target ini bisa lebih tapi yang pasti untuk tahun 2020 ini kami sanggupi sekitar 2 juta-an.

“Kami targetkan jumlah ini dulu karena tidak ada unit produksi yang kami punya. Ke depan kami berencana membangun unit usaha berupa kantin untuk disewakan ke pihak ketiga. Juga akan kami optimalisasikan melalui guru kerampilan untuk diajarkan kepada siswa beberapa jenis ketrampilan. Berbeda dengan SMKN yang punya jurusan keahlian dan punya pendapatan yang jelas,”kata Kasek Jemmy kepada Citra-News.Com, Rabu 04 Maret 2020.

Dikatakannya, sejak peralihan kewenangan penanganan SMA/SMK oleh pemerintah provinsi SMAN 6 Kupang baru mendapat bantuan dua unit Ruang Kelas Baru (RKB). Adanya dua unit RKB sehingga pada Ujian Akhir siswa Kelas XII kita selenggarakan satu sift saja. Baik untuk Ujian Akhir Sekolah (UAS) maupun saat pelaksanaan UNBK (Ujian Nasional Berbasis Komputer).

“Soal sumbangan sekolah ini, bapak Kadis Benyamin sudah sampaikan kepada kami. Bahwa mulai tahun 2020 SMA/SMK Negeri Wajib menyumbangkan sebagian pendapatannya untuk PAD. Sebagai kepala sekolah (Kasek) menyatakan kesanggupan kami. Memang tidak besar jumlahnya, iya kami baru sanggupi sekitar 2 jutaan,”ungkap Kasek Jemmy. +++ marthen/citra-news.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *