Ada 78 Ruas JALAN Prioritas 30-an Sedang Proses TENDER

Ir. MAKSI Y.E Nnabu, MT. Doc. marthen radja/citra-news.com

Maksi : Minim APBD provinsi NTT ‘memaksa’ dinas teknis dalam melaksanakan Tusinya bertumpu pada hal prioritas. Ditambah lagi adanya refocussing anggara untuk Covid-19 menjadikan banyak kegiatan harus pending. Tidak terkecuali beberapa pekerjaan peningkatan ruas jalan provinsi.

Citra-News.Com, KUPANG – KEPALA DINAS Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Provinsi Nusa tenggara Timur, Kadis PUPR Prov.NTT), Ir. MAKSI Y.E Nenabu, MT mengatakan, saat ini sedang dilakukan proses tender pembangunan dan peningkatan jalan provinsi.

“Ada 78 ruas jalan dari target 906 ruas jalan yang harus dikerjakan. Ke-78 ruas itu ada di semua wilayah kabupaten/kota se-Provinsi NTT. Pekerjaan jalan ini merupakan lanjutan dari target 906 ruas jalan yang harus tuntas di tahun 2021. Iya kita prioritaskan yang berat-berat dulu dan sudah dikerjakan tahun 2020. Dan 78 ruas ini adalah sisanya,”jelas Maksi saat ditemui di Kupang, Jumat 26 Maret 2021.

Menurut dia, ruas jalan yang menjadi prioritas untuk perbaikannya ada 30-an ruas. Semuanya berada di semua wilayah kabupaten/kota se-Provinsi NTT. Dari tugas pokok  dan fungsi (Tusi) kita Dinas PUPR selaku dinas teknis memberikan ruang kepada pihak siapa saja ikut tender.

“Kita tidak membatasi siapapun dia boleh ikut tender secara online. Dan itu dilakukan oleh Biro Pengadaan Barang dan Jasa. Kita tidak tahu kontraktor siapapun  dia kerja di ruas jalan mana. Tapi yang pasti kita tetap mengawasinya hingga tuntas kerja,”ucap Maksi.

Maksi juga menegaskan, semua kontraktor diperlakukan sama. Dinas PUPR tidak bersikap diskriminatif atau menganakemaskan kontraktor tertentu. Kalau memang layak dengan spesifikasi yang sesuai tuntutan iya silahkan ikut tender.

Menjawab soal pembiayaan, menurut Maksi penanganan ruas jalan yang menjadi kewenangan provinsi dibiayai dari APBD Provinsi. Dari kondisi minimnya dana APBD provinsi inilah maka untuk kebutuhan jalan ada prioritas-prioritasnya. Untuk perbaikannya apakah rusak berat, rusak sedang, atau rusak ringan.

Dan dari prioritas yang ada ini pun, lanjut dia,  masih kurang pembiayannya. Sehingga pemprov NTT berupaya membuat pinjaman daerah melalui Bank NTT.  Besaran pinjaman itu sekitar 900 miliar yang diberikan dalam tiga tahap. Sementara pembiayaan 30-an ruas jalan prioritas yang sedang dalam proses tender ini adalah bagian dari pinjaan daerah dimaksud.

“Kepada 30-an kontraktor yang tengah proses tender (lelang) ini kita tempuh Pelelangan Bersyarat. Artinya mengikuti beberapa ketentuan yang ada dan bila hal-hal yang dilanggar dan diberhentikan maka ada kewajiban-kewajiban yang harus dipatuhi. Untuk urusan proses tender silahkan konfirmasi pihak Biro Pengadaan Barang dan Jasa,”pinta Maksi. +++ marthen/citra-news.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *