Astaga, SALAH Atur Musik Pengiring Tari Disinyalir PANITIA TIDAK Kompak

Tiga Fanalis P3T tahun 2021 pada Malam Grandfinal di Aula Rujab Gubernur NTT di bilangan Jalan El Tari Kota Kupang, Timor-Indonesia, Minggu 28 Marewt 2021. Doc. marthen radja/citra-news.com

Memalukan…! Mungkin itu kata yang pas diungkap bila dalam satu event akbar (seperti Pemilihan Putra Putri Tari NTT 2021) terjadi kesalahan teknis. Entah datangnya dari pihak penyelenggara atau peserta yang tengah  diuji kemampuannya. Dan lebih fatal lagi jika hasilnya kalah atau kandas oleh karena hal terjadi spontanitas.   

Citra-News.Com, KUPANG –MALAM PENGANUGERAHAN Putra Putri Tari NTT tahun 2021 menyisahkan kesan  beragam dari para undangan yang hadir menyaksikan event akbar itu. Event yang dikemas sangat elegan itu berubah jadi bahan olokan atau semacamnya hanya gegara hal kecil terjadi .

Adalah fakta entah sengaja (mudah-mudahan tidak) saat peserta tari untuk 6 (Enam) besar ini menghadapi tantangan (challenge) dimana musik pengiring tarinya ternyata salah. Ini terjadi saat finalis atas nama Natalia berunjuk kebolehan tarinya di atas panggung. Hampir pasti kesal bagi Natalia terutama selain para hadirin yang memadati aula Rujab Gubernur NTT itu

“Ini bukan iringan musik yang benar. Kenapa putar musik salah,”ucap Sofyan yang sontak beranjak dari tempat duduknya menuju area sound system yang terletak di sisi kiri pintu masuk aula.

Para undangan di sekeliling memandang aneh tingkah Sofyan. Salah seorang yang duduk dekat awak CNC menilai kalau hal itu sengaja dilakukan panitia untuk menggagalkan peserta di malam grandfinal ini.

“Ini panitia mereka dari Dekranasda dan UPT Taman Budaya tidak kompak. Ini sengaja ko apa nich bikin  rusak suasana sa, ”ketusnya dalam dialek Kupang.

Kika: Peserta Tari Kabupaten Manggarai saat menjawab challenge dari Juri di Grandfinal P3T tahun 2021 di Aula Rujab Gubernur NTT di bilangan Jalan El Tari Kota Kupang, Timor-Indonesia, Minggu 28 Marewt 2021. Doc. marthen radja/citra-news.com

Terhadap kejadian itu, juri SEMY Ibras menyatakan maaf kepada undangan kalau musik yang mengiringi Natalia menghadapi tantangan (challenge)  itu salah. “Maaf iringan musik tadi  salah. Mohon mengulangi lagi musik yang pastinya mana. Biar kami tim juri tidak salah dalam memberikan penilaian ,”pinta Ibras.

Atas permintaan Juri Ibras, Cs Natalia pun kembali berlenggok untuk kedua kalinya dalam alunan musik Bolelebo, musik tari yang sendu dan bertempo lambat. Padahal sebelumnya musik dalam tempo cepat bak irama disco. Walau begitu Natalia berlenggang  tetap dengan gerak tarinya yang lincah tanpa salah sedikitpun. Sehingga pantas kalau Natalia menyabet Juara I menuju puncak Monas Jakarta pada Mei mendatang.

“Dalam ajang-ajang bergengsi seperti ini sudah tidak asing lagi bagi peserta kalau ada kesalahan-kesalahan teknis atau semacamnya yang terjadi secara spontan seperti ini. Para penonton atau undangan yang hadir tidak akan tahu masalahnya. Karena lebih konsen melihat tontonan,” kata ELDY Angi, salah seorang panitia dari unsur Dekranasda Provinsi NTT.

Itu kesalahan teknis saja. Bagi peserta yang sudah teruji kemampuan di atas pentas akan mengikutinya dengan tenang. Dan tidak akan salah gerakan-gerakan tarinya, tegas Eldy.

“Iya, saya juga kaget tadi. Makanya saya langsung bangun dari tempat duduk menunju area sound system. Memang itu kesalahan teknis saja. Beruntung penarinya tidak ikut terpengaruh. Karena memang sudah ditempa manakala dalam latihan untuk bagaimana mengelola kondisi agar tidak mengalahkan mentalnya, “tambah Sofyan.  +++ marthen/citra-news.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *