Menurut dia, teknologi yang digunakan di TPS 3R ini mengandalkan mesin pencacah sampah dan pengayak kompos, yang memungkinkan pengolahan sampah menjadi lebih efektif dan efisien.
Dia memberikan apresiasi kepada masyarakat yang telah berperan aktif dalam produksi pupuk organik di TPS 3R, meskipun fasilitas yang tersedia masih terbatas.
“Saya berharap ke depannya, selain pemerintah, pihak swasta juga dapat memberikan perhatian dan dukungan lebih terhadap inovasi ini. Sehingga kapasitas produksi meningkat dan jangkauan pemasaran semakin luas”, harap dia.

Dalam kunjungannya itu Linus didampingi oleh Camat Kelapa Lima, I Wayan Gede Astawa, S.Sos., MM, Kabag Prokompim Setda Kota Kupang, Daud N. Nafi, S.STP., MM, Plt. Kabid Infrastruktur dan Prasarana Wilayah Bappeda Kota Kupang, Yohanes Ahas, SH, serta Lurah Oesapa Barat, Christian E. Chamdra, SH.
Camat Kelapa Lima, I Wayan Gede Astawa, S.Sos., MM, menjelaskan bahwa untuk mengoptimalkan operasional TPS 3R, tim mereka telah melakukan studi banding di Desa Lebih, Kecamatan Gianyar, Kabupaten Gianyar – Bali, yang telah lebih dahulu menerapkan inovasi pengelolaan sampah.













