Sekda Kosmas tegaskan Pesta Rakyat yang dihelat Gubernur dan Wakil Gubernur (Wagub) NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena dan Johanis Adadoma tidak menggunakan APBD.
Citra News.Com, KUPANG – PADA Sabtu tanggal 1 Maret 2025, para kepala daerah (KDH) dan wakil KDH di Provinsi NTT sudah kembali dari penggeblengan selama seminggu di Akmil Magelang.
Khususnya di lingkup Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT dan Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang, seremonial sambutan rakyat akan kedatangan pemimpin baru praktis berbeda nuansanya.
Faktanya, kesiapan Pemprov untuk menyambut kedatangan Gubernur dan Wagub NTT, Melky dan Johny sangat meriah nan menggemparkan Bumi Flobamorata. Betapa tidak!
Sejak Kamis 27 Februari sudah terbangun tenda-tenda type premium di halaman Rujab Gubernur NTT. Disinilah ajang dilaksanakan Pesta Rakyat dan terbuka untuk umum. Bahkan kepada pengunjung atau masyarakat umum dikasih makan gratis. Terlebih lagi kepada warga dari Panti Asuhan manapun dibagikan sembako secara pordeo.
“Semua pembiayaan itu bukan berasal dari APBD provinsi. Melainkan biaya dari pribadi dan keluarga bapak Gubernur Melky dan bapak Wagub Johny”, demikian Sekda NTT Kosmas D. Lana kepada wartawan di Kupang, Kamis (27/02).
Sekda Kosmas hingga melakukan konferensi pers lantaran bergulir isu liar kalau Pesta Rakyat yang dihelat menggunakan anggaran daerah (APBD) provinsi.
Hadir juga dalam temu pers tersebut diantaranya Frans Sarong (Eks Ketua Tim Pemenangan Melky-Johny) dan Heru Dupe (Ketua Panitia) Pesta Rakyat dimaksud.
Seperti diberitakan sebelumnya, pada Rabu (26/02) dua figur anggota Partai Golkar NTT ini menyatakan, pelaksanaan Pesta Rakyat menggunakan dana pribadi dan keluarga Melky-Johny.
