“Contoh saya sendiri punya usaha tenda mulai sejak dari golongan rendah sampai sekarang masih eksis. Bayangkan kalau satu unit tenda dengan 100 ribu per malam dikalikan lama pemakaian kali jumlah tenda kali satu bulan. Maka itu sudah dari lewat dari gaji PNS golongan rendah sebulan, bukan?”, ujarnya.
Nurce mengisahkan, dirinya memberanikan diri pinjam uang di Bank Mandiri. Tempo itu sebesar Rp 150 juta dengan jaminan Sertifikat Tanah Milik. “Iya harus kredit di bank, habis mau karmana ko berharap gaji kecil sementara punya niat usaha”, ucapnya dalam dialek Rote.
Bahkan Nurce mengaku, dirinya punya kemauan berwurausaha sejak di bangku sekolah. Dimana saat itu membeli sayur dari luar kota dan jual kembali di pasar Oeba. Atau pagi subuh jam 3 jalan kaki dari Oebufu ke pasar Solor (waktu itu) beli ikan di pantai dan jual lagi. Sampai-sampai sudah jadi PNS saya tidak masul kerja selama tiga bulan. Karena dari pendapatan sangat kecil kalau dibanding dengan hasil bisnis yang didapat.
“Saya pegang doi tiap hari paling rendah Rp 500.000,- Hanya karena dorongan dari beta pung mama, dia bilang pi kerja di kantor biar gaji sedikit tapi itu berkat juga buat kehidupanmu kemudian hari”, kisah adik kandung Max Order Sombu mantan Penjabat Bupati Rimote Ndao.
Terkait usaha sewa tenda, jelas Nurce, punya prospek ekonomi yang menjanjikan. Karena sewa tenda kala itu masih langka. Kalau saya (Nurce Sombu, red) ada 15 unit tenda, 1000 buah kursi, dan perunit tenda dua bola lampu. Dalam hitungan bisnis masing-masing punya harga sewa. Satu kursi 1000 – 2000, satu bola lampu 3000 – 3.500,- dan datu unit tenda 100.000.- Silahkan penyewa mampu berapa sesuai dengan hajatan pestanya.











