Saat ini, Pemerintah Kota tengah menyiapkan roadmap penanganan sampah yang berorientasi pada pengolahan dari sumber. Dalam 1–2 bulan ke depan, kami akan menyediakan sekitar 1.300 tempat sampah di masing-masing RT.
Nantinya, sampah dari RT akan dibawa ke kelurahan untuk diolah di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) yang sedang disiapkan di masing-masing kecamatan. Hanya sekitar 15 persen residu yang akan dibuang ke TPA Alak, sisanya harus selesai diolah di TPST tingkat kecamatan.
“Kami mengapresiasi masyarakat Kota Kupang yang mulai menunjukkan budaya bersih dalam dua minggu terakhir”, ujarnya sembari mengingatkan bahwa Kota ini bukan warisan nenek moyang, tetapi pinjaman dari anak cucu kita. Sewaktu-waktu mereka akan menagihnya kembali. Maka pola pikir kita harus jauh ke depan.
Terkait UMKM, Wali Kota Christian menyampaikan apresiasinya atas keterlibatan para pelaku usaha dalam expo ini. Ia berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang promosi, tetapi juga membuka peluang kerja sama dengan investor dan pelaku usaha yang lebih besar.
“Jika bersama-sama kita bisa menjadi samudra luas. Tapi kalau sendiri kita hanya setetes air. Individually, we are one drop. Together, we are an ocean,” tandasnya.
Sementara Ketua Panitia Prosesi Paskah Pemuda GMIT, Yeskiel Loudoe, menjelaskan bahwa expo akan berlangsung hingga Senin (21/4) Kegiatan ini bertujuan untuk memberi ruang bagi UMKM jemaat untuk memperluas pasar serta membangun kemitraan baru.
Yes Loudu juga mengajak masyarakat untuk menjaga ketertiban dan keamanan selama prosesi Paskah berlangsung.
Usai seremoni pembukaan, Wali Kota dan Wakil Wali Kota mengunjungi lapak-lapak UMKM, membeli produk jajanan dan kerajinan lokal, serta melayani permintaan swafoto dari warga yang hadir dengan penuh antusias.
Gagasan Pemkot












