Wakil Wali Kota Serena Francis menjelaskan, kerja bakti massal ini diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Kupang melalui Satgas Penanganan Sampah. Dan melibatkan seluruh elemen masyarakat, mulai dari perguruan tinggi, pelajar dan siswa, RT/RW, pelaku usaha, masyarakat umum, hingga ASN dan Pegawai Tidak Terap (PTT).
Kegiatan ini dibagi dalam dua sesi, yakni sesi pagi pukul 07.00 – 09.00 WITA yang diikuti oleh pelajar dan mahasiswa, serta sesi sore pukul 15.00 – 17.00 WITA yang melibatkan masyarakat umum, RT/RW, pelaku usaha, dan ASN / PTT di lingkup Pemerintah Kota Kupang.
Dia juga mengapresiasi kebijakan inovatif Rektor Undana yang membuka akses pemanfaatan lapangan sepak bola di kawasan kampus Undana bagi masyarakat sekitar dan para pemuda setempat.
Kebijakan tersebut mensyaratkan agar mereka terlebih dahulu mengumpulkan sampah di lingkungan sekitarnya dan menyerahkannya sebagai bentuk ‘tiket masuk’ untuk menggunakan fasilitas tersebut.
“Ini bukan hanya soal kebersihan, tetapi juga soal membangun kesadaran dan tanggung jawab bersama dalam menjaga lingkungan. Kebijakan ini menjadi contoh nyata bahwa edukasi bisa dikemas dalam bentuk yang sederhana namun berdampak besar,” ungkapnya.
Dia juga mengingatkan beberapa hal teknis penting yang harus dilakukan. Yaitu pemilahan sampah sejak awal; menghindari pembakaran sampah; berkoordinasi dengan Satgas Kecamatan/Kelurahan untuk penanganan sampah khusus seperti pohon tumbang dan bangkai; serta mendorong sampah ke jalan utama agar lebih mudah diangkut.
Laporan kondisi akhir dari tim pemantau di kelurahan diminta masuk paling lambat pukul 19.00 WITA. Ia juga menekankan bahwa kerja bakti ini dinilai sebagai bagian dari lomba kebersihan antar kelurahan, sehingga kontribusi mahasiswa akan sangat memengaruhi hasil penilaian kebersihan wilayah masing-masing.
Sementara itu, Rektor Undana, Prof. Dr. drh. Maxs U. E. Sanam, M.Sc., dalam sambutannya dia menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan kerja bakti massal yang melibatkan berbagai unsur masyarakat, termasuk perguruan tinggi, khususnya Universitas Nusa Cendana.
Ia mengapresiasi kolaborasi ini sebagai bentuk nyata implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam hal pengabdian kepada masyarakat serta menjadi ruang belajar langsung bagi mahasiswa untuk berkontribusi dalam membangun kesadaran lingkungan di tengah masyarakat.












