Pernyataan tersebut merujuk pada kegagalan program Tanam Jagung Panen Sapi (TJPS) saat dirinya menjabat Gubernur NTT 2018-2023. Kritik itu bukan hanya evaluasi, tetapi juga peringatan keras bagi Bupati Yosef Lede untuk tidak mengulangi kegagalan masa lalu.
Pernyataan mantan Gubernur NTT ini menyulut pertanyaan tentang kontrol sosial terhadap dinamika politik lokal di NTT saat ini. Apakah ini bentuk dukungan tulus kepada pembangunan daerah, atau justru kontrol sentralistik dari elite pusat terhadap kader daerah?
Meski disambut meriah oleh simpatisan dan pendukung NasDem, sejumlah pihak menilai pendekatan seperti ini berpotensi membungkam kritik dan mengikis independensi lembaga legislatif daerah.
“Dalam landscape politik yang masih mencari keseimbangan antara loyalitas dan kontrol, langkah Laiskodat patut diawasi ketat”, ungkap seorang warga yang enggan ditulis namanya.
Seiring perjalanan waktu apakah akan menghasilkan akselerasi pembangunan, atau justru memperkuat hegemoni politik yang membatasi ruang demokrasi di tingkat lokal. Hanya waktu jualah yang bisa menjawab. +++ marthen/arif












