Hal senada dikeukakan Direktur Rumah Sakit Prof.Dr. WZ Yohanes, Kupang, dr. Stefanus Dhe Soka.
Saat dihubungi via WhatsApp Dokter Stef menjelaskan, pasien perempuan atasnama Gregoriana Kagarni Roga ini, sebelumnya kontrol di RS Ende. Dua datang ke RSUD Johannes dengan kondisi lemah karena gangguan eletrolit dan problem keganasan atau kanker yang sudah menyebar.
Dia diopname tanggal 3 Juli untuk diperbaiki kondisi yang lemah. Lalu tanggal 15 Juli sempat dikemoteraphy setelah kondisi memungkinkan. Tapi, tanggal 21 Juli 2025 pasien ini meninggal dunia.
Pantauan awak Portal Berita citra-news.com (CNC) di ruang Sekretariat Badan Kepegawaian Daerah Prov. NTT, Selasa (22/7), tampak Kepala Biro Administrasi Pimpinan, Pricilia Parera melakukan rapat singkat diantaranya terkait pemberkasan almarhumah, Ryana, yang sudah LULUS Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di lingkup Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur.
Ada beberapa pegawai BKD NTT tengah asyik bekerja menghimpun biodata almarhumah. Namun tidak awak Citra News tidak mendapat informasi resmi dari Kepala Badan (Kaban) Kepegawaian Daerah Provinsi NTT, Yoseph Rasi, terkait hal itu.
“Maaf pak, bapak Kaban dari tadi habis rapat dengan kepala Biro APim, beliau bolak-balik ke ruang bapak Gubernur urus SK P3K. Takutnya pak tunggu terlalu lama, entah jam berapa beliau punya waktu”, ucap sang Sekretaris Kaban dengan tanpa sebut nama terangnya itu ke awak CNC.
Mengidap Kanker Ganas
Diketahui, Gregoriana Kagarni Roga adalah guru di SMK Negeri 3 Ende, Eko Ae, Kecamatan Wewaria, Kabupaten Ende. Dia dikabarkan meninggal dunia oleh akibat mengidap kanker ganas.












