Adapun cabang yang diperlombakan mencakup lari jarak pendek (sprint), jarak menengah (midle distance running), jarak jauh (long distance running), jalan cepat, dan nomor lapangan (field).
Dia menegaskan, Kejurda kali ini bukan sekadar seremonial. Ini adalah seleksi resmi dan juga upaya membangun ekosistem atletik yang berkelanjutan.
Berbasis Kolaborasi
Doktor Frans lebih jauh menjelaskan, dengan konsep baru berbasis kolaborasi dan sport industry, Kejurda kali ini tak hanya fokus pada pembinaan olahraga. Tetapi juga memberi ruang partisipatif bagi semua masyarakat, baik pelaku UMKM, sponsorship, dan media massa.
Untuk mengatasi keterbatasan anggaran dan memperluas manfaat, PASI NTT menerapkan konsep sport industry dan sport marketing. Contohnya tiket berbayar untuk penonton. Kemudian biaya kontribusi peserta Rp100.000 per nomor, juga ada ruang usaha bagi pelaku UMKM, merchandise, dan pedagang kecil.
“Kami ingin event olahraga ini punya nilai ekonomi. Atlet berkembang, masyarakat terbantu, dan sponsor terlibat aktif,” ujar Frans.
Menjawab jumlah peserta yang sudah terdaftar, sebut Frans, hingga Juli sudah 10 kabupaten yang menyatakan siap mengikuti Kejurda PASI 2025. Yaitu Kota Kupang; Kabupaten Kupang; Rote Ndao; Sabu Raijua; Sumba Barat Daya; Sumba Tengah; Sumba Timur; Manggarai Barat; Belu; dan Kabuaten Timor Tengah Selatan.













