PASI NTT juga terus menjalin komunikasi dengan daerah lainnya seperti Malaka, Ngada, Nagekeo, Alor, Manggarai Timur, dan lainnya.
“Iya target kita seluruh 22 kabupaten/kota di NTT ambil bagian dalam kompetisi ini. Semakin banyak peserta, semakin tinggi kualitas kompetisinya. Ini penting sebagai tolok ukur pembinaan atletik di tiap daerah”, tuturnya.
Sementara Ketua Umum Pengprov PASI NTT, Theodorus Widodo menambahkan, soal waktu pelaksanaan dengan prasarana lintasan yang ada di Stadion Oepoi sangat memungkinkan dilakukan lomba pada sore hingga malam hari.
Theo mengatakan, kerlibatan peserta umumnya adalah pelajar dan Komunitas. Waktu pelaksanaannya kali ini berbeda dari sebelumnya. Kejurda 2025 akan dilangsungkan sore hingga malam hari. Untuk memungkinkan siswa dan masyarakat ikut menonton tanpa mengganggu jam belajar atau kerja.
“Kami berharap pelajar jadi penonton utama. Semangat mereka juga bisa jadi dukungan moral bagi atlet muda kita,” ujarnya. +++ marthen/CNC












