“Jangan jadi pelaku dan jangan jadi korban perundungan. Jangan membully teman, dan jangan biarkan diri kalian menjadi korban bully. Jadilah agen perubahan yang punya kualitas diri yang baik,” tegasnya.
Salah satu anggota Paskibraka, Rambu Malo asal Kabupaten Sumba Timur, turut menyampaikan kesannya dan berjanji siap jadi pwlatih Paskibraka di sekolahnya.
“Sepulang dari sini, saya akan melatih adik-adik di sekolah karena ada ekstrakurikuler Paskibra. Pengalaman ini akan saya bagikan agar semakin banyak generasi muda yang bersemangat dalam pengembangan bakatnya,” ujar Rambu.
Turut hadir para Pimpinan Perangkat Daerah Lingkup Pemprov NTT, Plt. Direktur Utama Bank NTT, Yohanis Landu Praing; serta para pamong, pelatih, tim medis, dan panitia Paskibraka tingkat Provinsi NTT tahun 2025.
Acara audiensi ditutup dengan doa dan harapan agar para anggota Paskibraka Provinsi NTT 2025 terus menyalakan semangat kebangsaan, menjadi teladan di lingkungan masing-masing. Serta berkontribusi nyata bagi pembangunan NTT dan Indonesia. +++ marthen/*












