Adapun program inovasi pelayanan dimaksud adalah (1) Dana Pengaman Rp 3 Miliar di RSUD S.K. Lerik. Dana ini untuk membantu menanggulangi pasien gawat darurat tanpa identitas atau BPJS-nya tidak aktif. “Tidak boleh ada nyawa hilang hanya karena urusan administrasi,” tegasnya.
(2) Program Liang Lahat Gratis bagi masyarakat kurang mampu, disertai penataan blok pemakaman agar tertib dan seragam; (3) Amnesti Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) guna meringankan beban warga sekaligus mendorong kesadaran wajib pajak;
(4) Beasiswa Vokasi Luar Negeri, Pemkot Kupang bekerjasama dengan sekolah vokasi di Shanghai untuk meningkatkan daya saing tenaga kerja muda Kota Kupang; Dan(5), Digitalisasi Sistem Parkir Berbasis Barcode aebagai upaya menutup celah kebocoran PAD sekaligus menata sistem parkir secara modern dan transparan.
Langkah-langkah konkret ini, bukan hanya memperkuat kepercayaan publik, tetapi juga menegaskan arah baru Kota Kupang sebagai kota pelayanan publik berintegritas dan manusiawi, di mana kebijakan tidak berhenti di meja birokrasi, tetapi dirasakan langsung oleh warganya.
SERENA Corsgrova Francis -Wakil Wali Kota Kupang. Doc. CNC/ Ist.
Walikota Christian juga menyebut Kupang Kota Kasih adalah Rumah Bersama untuk Semua. Bahwa setiap kebijakan Christian Widodo dan Serena Serena Francis selalu berakar pada nilai keadilan sosial, keteraturan, dan kesejahteraan masyarakat.
“Visi kami jelas yaitu Mewujudkan Kupang Kota Kasih sebagai Rumah Bersama yang Maju, Mandiri, Sejahtera, dan Berkelanjutan,” ujarnya. +++ marthen/advetorial












