Iklan Baris :
Ingin Pasang Iklan, Klik disini - Ingin Koreksi, Klik Teks ini

Prevalensi STUNTING di KOTA Kupang 16,3 Persen, Begini Kata WALIKOTA

Reporter: Marthen RadjaEditor: Redaksi
CitraNews

Dalam sambutannya, Dokter Christian Widodo mengatakan, fokus utama penanganan stunting harus diarahkan pada pencegahan. Bila intervensi setelah anak lahir dalam kondisi stunting maka ia membutuhkan biaya besar dan tidak selalu memberikan hasil yang optimal.

Baca Juga :  TAMAN DEDARI, Resto KELOR Pertama di INDONESIA

“Stunting harus kita cegah sejak awal. Jika anak sudah lahir stunting, mengejar tumbuhnya itu 50:50 (baca : 50 berbanding 50) hasilnya. Karena itu fokus kita harus pada pencegahan,” tegas Christian seperti dilansir Bagian Prokopim Setda Kota Kupang.

Kika : Andrew Otta, dokter Christian Widodo, Prof. I Gusti Ariana, M.S., pada acara PPPS Aksi-3 di Kristal Hotel, Kupang, Senin (01/12). Dok. CNC/Ist.

Lebih jauh Walikota Christian juga menyoroti pentingnya edukasi gizi dan kesehatan reproduksi bagi remaja. Mengingat banyak kasus stunting berawal dari kehamilan yang tidak direncanakan maka perlu edukasi soal perencanaan berkeluarga dan kesiapan ekonomi serta dukungan pasangan.

Baca Juga :  Walikota CHRISTIAN Widodo Labuhkan Bantuan dari PEMKOT Kupang untuk GEREJA Tofa

“Ini disebut sebagai faktor kunci keberhasilan pencegahan”, tegas dia.