“Hasil 80,10 persen menunjukkan legitimasi kuat masyarakat terhadap duet Christian–Serena. Publik merasakan ritme baru dan energi baru,” jelasnya.
Yang lebih menarik, 65,28 persen responden tidak menyebutkan kelemahan kepemimpinan—indikator penerimaan publik yang sangat tinggi.
Narasumber kedua, Dr. Laurensius Sairani, mengingatkan bahwa pembangunan harus dirasakan merata hingga pinggiran kota.
Ia menyoroti dua isu klasik yakni Penanganan Sampah dan Pemenuhan Air Minum
“Jika dua hal ini tidak ditangani, tingkat kepuasan bisa berubah,” katanya.
Ia juga menegaskan bahwa sebagai kota ekonomi, Kupang harus mempercepat integrasi sistem tata kelola dan digitalisasi layanan.
Di balik angka, analisis, dan diskusi publik, tersirat satu hal: Kota Kupang kini bergerak dalam satu nafas perubahan. Pemerintah dan warga hadir bersama sebagai solusi nyata.
Wali Kota Kupang Christian Widodo menutup tanggapannya dengan sebuah harapan: “Kita jadikan Kota Kupang ini rumah yang aman, nyaman untuk ditinggali, dan membanggakan untuk diceritakan.”
Dengan kolaborasi warga, OPD, akademisi, dan berbagai stakeholder, hasil survei ini bukan garis akhir, tetapi fondasi baru untuk percepatan pembangunan dan menghadirkan transformasi layanan publik yang lebih inklusif.
Kota Kupang sedang tumbuh Bersama.
Dan, seperti kata warga: “Kalau sudah baik, mari kita buat lebih baik lagi.” +++ marthen/advetorial












