Iklan Baris :
Ingin Pasang Iklan, Klik disini - Ingin Koreksi, Klik Teks ini

Walikota CHRISTIAN Widodo Memaknai PAWAI TAKBIR Sebagai PERJALANAN Batin dan Simbol HARMONI

Reporter: Marthen RadjaEditor: Redaksi
CitraNews

Bertemakan “Kasih di Hari yang Fitri” yang diusung panitia memperkuat narasi tersebut. Ketua PHBI Kota Kupang, Bustaman, memaknai Idul Fitri bukan sekadar kemenangan spiritual setelah Ramadan, tetapi momentum sosial untuk merawat empati dan memperkuat persaudaraan dalam masyarakat majemuk.

Dalam konteks ini, pawai takbir berfungsi sebagai jembatan yang menghubungkan nilai keimanan dengan praktik kehidupan bersama. Yang menarik, harmoni yang tercipta tidak berhenti pada simbol. Ia hadir dalam tindakan nyata.

Keterlibatan lintas agama, termasuk partisipasi jemaat gereja yang turut memeriahkan suasana dengan nuansa Islami, menjadi representasi konkret dari toleransi yang hidup.

Bahkan, tradisi berbagi bingkisan Idul Fitri kepada gereja-gereja yang dilalui pawai memperlihatkan bahwa keberagaman di Kupang bukan sekadar slogan, melainkan praktik keseharian.

Ruang Hidup Merawat Perbedaan

Dalam perspektif interpretatif, fenomena dari Kupang Bertakbir Season III ini menunjukkan bahwa harmoni tidak lahir dari keseragaman, melainkan dari kesadaran untuk menyeimbangkan perbedaan.

Sumber: Siaran Pers
Disclaimer: Artikel Ini Merupakan Kerja Sama CitraNews.Com Dengan Kupang Bertakbir Season 3. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Kupang Bertakbir Season 3.