Iklan Baris :
Ingin Pasang Iklan, Klik disini - Ingin Koreksi, Klik Teks ini

Saat JAGUNG Jadi Emas Baru dari TANAH Kering NTT, Tarus Disulap Jadi LABORATORIUM HIDUP

CitraNews

“Di sinilah jagung hibrida dianggap sebagai jawaban. Dengan keunggulan tahan lebih lama simpan dan enak dikonsumsi”, ungkap Semy sembari menambahkan saat ini gencar diperkenalkan varietas-varietas unggul yang produksinya jauh lebih meningkat. Baik dari segi kualitas juga kuantitasnya.

Sementara John da Costa, Kepala Bidang Produksi dan Pemasaran Hasil, menegaskan bahwa model kerja yang dibangun dalam program ini berbasis kemitraan. Produsen menyediakan benih, dinas melakukan budidaya, dan hasil panen akan kembali diserap oleh produsen.

Dari permintaan pasar Jagung Hibrida terus meningkat dan tentunya lebih meningkatkan ekonomi petani itu sendiri. Karena didukung oleh pemerintah dari sisi harga. Ada dukungan dari pihak Bulog untuk mengambil hasil padi dan jagung di angka yang relatif menguntungkan petani.

Baca Juga :  MANAJEMEN Bank NTT Saat INI Yang TERBAIK Mereka Adalah Para LEADER Yang DISIAPKAN (Opini : */Daniel Tagu Dedo)

“Ini adalah ekosistem. Semua punya peran, dan semua saling menguatkan. Bisa jadi pemerintah NTT di era kepemimpinan Gubernur Melky Laka Lena dan Wagub Johny Asadoma jatah beras bisa dikonversikan dengan jagung. Misalkan dari jatah 10 Kg, 8 kilogram beras dan 2 kilogram jagung”, katanya.

Lebih jauh Semy menyebut bahwa kegiatan ini juga menjadi ajang edukasi bagi petani. Mereka diperkenalkan pada berbagai varietas baru yang memiliki produksi dan produktivitas lebih tinggi dibanding varietas lokal.

Baca Juga :  Fenomena Alam SO Ganggu Layanan Bank NTT? Endri : DATA dan DANA Nasabah AMAN

“Meski demikian, keberadaan varietas lokal seperti Lamoru dan Pit Kuning tidak sepenuhnya ditinggalkan. Varietas tersebut tetap dibudidayakan, meski tidak lagi dominan”, tegasnya.

Realitas di lapangan menunjukkan bahwa petani mulai beralih ke varietas yang lebih menjanjikan secara ekonomi. Namun, keberhasilan jagung hibrida tidak hanya ditentukan oleh benih.

Aspek Pemeliharaan

Ngadi, perwakilan dari CV Bunga Tani Sejahtera (BTS) kepada awak Portal Berita citra-news.com mengatakan, faktor pemeliharaan menjadi penentu utama. Dia menekankan bahwa kunci keberhasilan ada pada disiplin perawatan.

“Pengairan rutin, pemupukan teratur, dan pengendalian hama harus dilakukan secara konsisten. Kalau dirawat dengan benar maka varietas BTS dalam tempo 90 hari sudah bisa panen,” ujarnya.

Baca Juga :  JASA RAHARJA Kembali Serahkan SANTUNAN Untuk KORBAN Kapal TERBAKAR

Ngadi juga menyoroti persoalan klasik di NTT yaitu air. Menurutnya, pengairan adalah faktor paling krusial yang sering menjadi titik lemah. Akan tetapi untuk varietas, entah BTS 1, BTS 5, BTS 7, maupun Nusa 1 sangat tahan panas dan suka dengan pencahayaan.

“Seperti sekarang Musim Tanam April – September (MT Asep) varietas jagung hibrida jenis BTS malah lebih cocok dikembangkan di MT ini. Karena varietas BTS sangat cocok untuk musim panas. Hasilnya bisa mencapai 8  hingga 10 ton per hektar”, kata Ngadi.