“Kita hidup di era yang begitu cepat kemajuannya secara teknologi, tetapi sering kali miskin keteladanan,” kata Sekda Jefry.
Pernyataan tersebut seperti menegaskan satu kenyataan besar. Bahwa pembangunan kota tak cukup hanya dengan jalan raya, gedung, dan infrastruktur. Kota juga membutuhkan manusia-manusia yang memiliki arah moral, empati, dan karakter.
Karena itu, lanjut Jefry, Pemerintah Kota Kupang menilai pembinaan spiritual seperti Akademi Qur’an menjadi bagian penting dari pembangunan sosial. Bukan hanya untuk kepentingan umat Islam, tetapi juga untuk menjaga harmoni dan ketahanan moral masyarakat secara luas.
Pondasi Membangun Karakter
Pembukaan Akademi Qur’an V Tahun 2026 turut dihadiri Anggota DPRD Kota Kupang, Amirudin La Oda, Camat Kelapa Lima, Plt. Lurah Kelapa Lima, tokoh agama, para imam masjid, pimpinan lembaga pendidikan, dewan hakim, guru, orang tua peserta, serta ratusan generasi muda peserta lomba dan pembinaan Al-Qur’an.
Kegiatan bertema, “Menguatkan Cinta Al-Qur’an, Membangun Generasi Berakhlak Mulia”, seolah menjadi jawaban atas kegelisahan sosial hari ini.

Menurut dia, di saat banyak anak muda kehilangan orientasi hidup akibat derasnya budaya instan dan krisis figur teladan, pendekatan spiritual dianggap sebagai fondasi penting membangun kembali karakter generasi.













