Iklan Baris :
Ingin Pasang Iklan, Klik disini - Ingin Koreksi, Klik Teks ini

RUPS LB Bank NTT 2026 Perkuat BISNIS Investasi Melalui Dana KUR Bagi Pelaku UMK

Reporter: Marthen RadjaEditor: Redaksi
CitraNews

Melalui RUPS ini, Bank NTT menegaskan komitmennya untuk terus menjaga kinerja keuangan yang sehat, memperkuat permodalan, serta mendukung pertumbuhan ekonomi daerah melalui pembiayaan sektor produktif.

“Kalau Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT sebagai pemegang saham terbesar diproyeksikan menerima porsi paling tinggi, dengan nilai sekitar Rp30 miliar. Sementara pemegang saham lainnya menerima sesuai porsi kepemilikan masing-masing”, tegasnya.

Ia menambahkan, proses penyaluran dividen saat ini tinggal menunggu penyelesaian teknis, terutama koneksi sistem dengan Kementerian Keuangan. Pihaknya menargetkan seluruh proses dapat rampung dalam waktu dekat.

Baca Juga :  Bank NTT Gelar FESTIVAL Akbar, Apa Saja?

“Kita bagi sama seperti tahun sebelumnya yakni sekitar Rp151 miliar kepada seluruh pemegang saham. Memang laba kita sedikit di bawah target, tetapi kita masih memiliki cadangan modal sekitar Rp49 miliar. Mungkin akhir bulan ini kita sudah ready. Semua sudah siap, tinggal koneksi dengan Departemen Keuangan”, kata Charlie.

Baca Juga :  Walikota CHRISTIAN Widodo Memaknai PAWAI TAKBIR Sebagai PERJALANAN Batin dan Simbol HARMONI

Lebih lanjut Charlie menjelaskan, selain pembagian dividen, Bank NTT juga terus memperkuat komitmen dalam penyaluran kredit produktif, khususnya bagi pelaku usaha kecil. Hal ini dilakukan sebagai langkah menghindari risiko kredit macet yang pernah menjadi pengalaman sebelumnya.

Menurut dia, kredit yang disalurkan difokuskan pada sektor produktif seperti pertanian, peternakan, hingga usaha produksi lainnya. Skema pembiayaan pun disesuaikan, mulai dari kredit hingga Rp100 juta untuk mendukung pelaku usaha yang benar-benar menjalankan usaha produktif.

Baca Juga :  Produk K-13 MENUNTUT Siswa AKTIF Tapi Guru Harus KREATIF

“Silahkan teman-teman wartawan bisa mengakses KUR, asalkan ada usaha produktif. Kita tidak mau lagi ada kredit macet seperti pengalaman sebelumnya. Jadi sekarang kita atur dengan lebih baik, fokus pada usaha yang benar-benar produktif, tidak boleh untuk konsumtif,” tegasnya.  +++ marthen/cnc

Sumber: Liputan langsung
Disclaimer: Artikel Ini Merupakan Kerja Sama CitraNews.Com Dengan RUPS TB 2025 dan RUPS LB 2026. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab RUPS TB 2025 dan RUPS LB 2026.