“Hasilnya tidak hanya menghadirkan suasana kantor yang lebih hijau dan asri, tetapi juga memberi manfaat ekonomi bagi para pegawai”, kata Doris saat berbaur bersama para pegawai Dinas Parekraf NTT, Kamis (25/6/2026).
Kepada wartawan mantan Penjabat Bupati Sabu Raijua dan Flores Timur ini
memgatakan, langkah kecil ini merupakan wujud nyata dari semangat entrepreneurship (berwirausaha) yang terus didorong Pemerintah Provinsi NTT di bawah kepemimpinan Gubernur Emanuel Melkiades Laka Lena. Bahwa ASN tidak hanya dituntut bekerja di balik meja, tetapi juga diajak menjadi contoh dalam membangun kemandirian ekonomi.
“Hasil dari kebun dinas ini kembali dinikmati oleh para pegawai yang ada. Ini bukan soal mencari keuntungan besar, tetapi tentang belajar mandiri, kreatif, dan produktif. Kita sedang menanamkan budaya birokrasi yang berjiwa wirausaha,” jelasnya.
“Ini bukan karena target PAD. Ini adalah bentuk pembelajaran bersama tentang bagaimana membangun ekonomi kreatif dari hal-hal sederhana yang ada di sekitar kita,” kata Doris.
Dari kebun kecil di halaman kantor, Doris melihat sebuah pesan besar bahwa perubahan sering kali dimulai dari langkah-langkah sederhana. Ketika ASN mampu mengelola potensi yang ada di sekitarnya, mereka bukan hanya memberi manfaat bagi diri sendiri, tetapi juga menjadi inspirasi bagi masyarakat dan pelaku UMKM.
