Iklan Baris :
Ingin Pasang Iklan, Klik disini - Ingin Koreksi, Klik Teks ini
Polkam  

Sektor PARKIR TIDAK Bayar Tunai, PEMKOT Kupang Sedang Membangun KEPERCAYAAN Publik

Reporter: Marthen RadjaEditor: Redaksi
CitraNews

Kita coba membangun kepercayaan publik dari hal-hal kecil. Bagi Pemkot Kupang, transformasi digital sektor parkir memiliki makna yang lebih besar dibanding sekadar meningkatkan PAD. Setiap pembayaran parkir yang dilakukan secara digital merupakan bagian dari upaya memperkuat public trust atau kepercayaan masyarakat kepada pemerintah.

Ketika masyarakat dapat melihat bahwa setiap transaksi tercatat secara transparan dan dapat dipertanggungjawabkan, maka kualitas pelayanan publik ikut meningkat.

“Kepercayaan inilah yang menjadi modal utama dalam membangun tata kelola pemerintahan yang bersih dan modern. Memang tantangan masih ada bahwa penerapan SPBE di sektor parkir belum sepenuhnya berjalan mulus”, tandasnya.

Bernadinus mengakui, ada kendala atau tantangan soal keterbatasan sumber daya manusia serta kebutuhan perangkat pendukung masih menjadi tantangan yang harus kami hadapi. Karena itu, Dishub Kota Kupang mulai melibatkan seluruh bidang dan seksi untuk melakukan survei pada lokasi uji coba.

Para juru parkir (Jukir) juga akan dipersiapkan melalui pembinaan dalam wadah komunitas agar mampu beradaptasi dengan sistem pembayaran digital. Kolaborasi dengan sektor perbankan pun menjadi bagian penting agar implementasi QRIS dapat berjalan optimal.

Dia menambahkan, digitalisasi parkir sejatinya bukan hanya perubahan cara membayar. Ia merupakan perubahan cara pemerintah mengelola amanah publik.

EPA Lomi Gah – salah satu usawan muda masuk jajaran KOMPAK (Komunitas Parkir Kota Kupang. Doc. marthen radja/CNC

Menurut Kadis Bernadinus, di balik sebuah kode QR (quickly responsibility) yang dipindai masyarakat tersimpan harapan agar pelayanan semakin bersih, pendapatan daerah semakin terukur, dan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah semakin kuat.

“Jika transformasi ini berhasil, maka parkir bukan lagi dipandang sebagai sektor yang identik dengan kebocoran penerimaan, melainkan menjadi contoh bagaimana teknologi dapat menghadirkan pemerintahan yang lebih transparan, akuntabel, dan berpihak kepada kepentingan masyarakat”, pungkasnya.  +++ marthen/CNC

Sumber: Liputan langsung
Disclaimer: Artikel Ini Merupakan Kerja Sama CitraNews.Com Dengan Bayar Parkir melalui QRIS. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Bayar Parkir melalui QRIS.