Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo berdialog dengan petugas SPBU saat mengisi BBM pada bus sekolah, Selasa (13/10/2026) Doc. CNC/prokopim kotakpg
Penelusuran Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo ke beberapa SPBU pertanda pemerintah Kota Kupang memiliki kepentingan untuk memastikan dampak gangguan distribusi BBM tidak berkepanjangan.
Citra News.Com, KUPANG – BEBERAPA hari belakangan terpantau beberapa SPBU di Kota Kupang diduga kehabisan stok BBM. Salah satunya di SPBU Oepura terjadi antrean panjang kendaraan hingga meluap ke jalan. Akibatnya selain beberapa pengendara beradu mulut dan nyaris berantem karena ruas Jl. H.R Koroh yang berada persis di sisi SPPBU terjadi antrean panjang menyebabkan kemacetan berlalu lintas.
Kini antrean panjang kendaraan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) itu mulai berangsur normal. Tapi apakah bisa memastikan pasokan BBM kembali aman sehingga masyarakat tidak panik? Hanya Pertamina dan pemilik SPBU yang tahu.
Meski di balik membaiknya situasi tersebut, persoalan keterlambatan pengiriman bahan bakar minyak (BBM) menyisakan pertanyaan penting, seberapa siapkah sistem distribusi BBM bisa menjamin kebutuhan masyarakat ketika pasokan terlambat tiba?
Pertanyaan ini menjadi relevan setelah Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, turun langsung meninjau sejumlah SPBU pada Selasa (13/10/2026).
Peninjauan dilakukan untuk melihat kondisi antrean sekaligus memperoleh gambaran faktual mengenai ketersediaan stok dan pelayanan kembali normal kepada konsumen.
Dua lokasi yang dikunjungi Christian Widodo adalah SPBU di Jalan Frans Seda, Kelurahan Fatululi, dan SPBU di Kelurahan Tuak Daun Merah. Di lokasi tersebut, Wali Kota memantau antrean kendaraan serta berdiskusi dengan pengawas SPBU mengenai kondisi pasokan dan pola penyaluran BBM.

Selaku pemerintah kunjungan Christian Widodo, sang Wali Kota Kupang ini memperlihatkan bahwa persoalan BBM bukan sekadar urusan kendaraan yang harus menunggu lebih lama di SPBU. Tapi ketika pasokan terganggu, dampaknya dapat menjalar ke berbagai aktivitas masyarakat, mulai dari mobilitas warga, transportasi umum, distribusi barang, hingga kegiatan ekonomi yang bergantung pada ketersediaan bahan bakar.













