Dalam kesempatan itu, Wawali Serena mengungkapkan, skrining TBC di Kota Kupang telah menjangkau sekitar 4.800 orang dan menemukan 230 kasus. Pemerintah menargetkan jumlah warga yang diperiksa meningkat menjadi 7.100 orang hingga akhir November 2026.
Target tersebut menunjukkan bahwa upaya menemukan penyakit sejak dini membutuhkan jangkauan pelayanan yang semakin luas dan keterlibatan berbagai pihak. “TBC bisa dicegah, diobati, dan disembuhkan. Karena itu, kita perlu melakukan deteksi dini dan memastikan pengobatan dijalani secara teratur sampai tuntas,” tegas Serena.
Pada Kesempatan itu ia menekankan, keberhasilan program kesehatan tidak cukup diukur dari banyaknya warga yang diperiksa atau jumlah kasus yang ditemukan, tetapi juga dari kepastian pasien memperoleh pengobatan sesuai standar hingga sembuh.
Di sinilah tantangan kebijakan kesehatan pemerintah daerah untuk memastikan edukasi, pemeriksaan, dan pengobatan berjalan sebagai satu kesatuan.
Masyarakat perlu memperoleh informasi yang benar, akses pelayanan yang memadai, serta dukungan keluarga dan lingkungan agar tidak ragu memeriksakan diri. Untuk itu, pelayanan kesehatan harus semakin dekat dengan kebutuhan warga, bukan sekadar menunggu masyarakat datang ke fasilitas medis.
Organisasi perempuan dan komunitas masyarakat memiliki peran strategis dalam menjembatani kebijakan pemerintah dengan kehidupan sehari-hari warga. Melalui jaringan keluarga dan lingkungan sosial, mereka dapat membantu menyebarkan informasi, mengurangi rasa takut terhadap pemeriksaan, serta mendorong perempuan mengambil keputusan yang tepat bagi kesehatannya.
Bagi Pemerintah Kota Kupang, penguatan kolaborasi lintas sektor menjadi langkah penting untuk memastikan program kesehatan memberikan manfaat nyata. Keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh terselenggaranya kegiatan, tetapi juga oleh keberlanjutan pemeriksaan, tindak lanjut medis, dan perubahan perilaku masyarakat dalam menjaga kesehatan.

Pesan Serena sederhana, tetapi menyentuh persoalan mendasar dalam kehidupan perempuan. Jangan menunggu sakit untuk mulai peduli. Sebab, ketika pemerintah membuka akses pelayanan, tenaga kesehatan memberikan pendampingan, dan masyarakat berani melakukan pemeriksaan dini, perlindungan terhadap kesehatan perempuan dapat menjadi bagian nyata dari pembangunan manusia di Kota Kupang. +++ marthen/*













