Ia mengingatkan, kreativitas tidak boleh berhenti sebagai ide atau sekadar menjadi aktivitas komunitas. Dengan dukungan fasilitas, jejaring, dan kesempatan yang tepat, kreativitas dapat berkembang menjadi produk, jasa, bahkan peluang usaha yang membantu meningkatkan pendapatan anak muda.
Salah satu hal menarik dari pembangunan ruang kreatif ini adalah pemanfaatan kembali ruangan di lingkungan Dinas Pariwisata yang sebelumnya digunakan untuk menyimpan barang-barang tidak terpakai. Ruang tersebut kini dialihfungsikan agar memiliki manfaat yang lebih besar bagi masyarakat, khususnya generasi muda.
Ke depannya, fasilitas ini direncanakan menjadi tempat penyelenggaraan berbagai kegiatan, seperti lokakarya, pameran karya, pelatihan, serta aktivitas kolaboratif komunitas dan pelaku ekonomi kreatif. Dengan kapasitas hingga 100 orang, ruang tersebut diharapkan mampu mengakomodasi kegiatan bersama yang mempertemukan ide, keterampilan, dan peluang kerja sama membangun ekonomi untuk kesejahteraan bersama.
Serena menekankan bahwa keberadaan fasilitas ini perlu diikuti dengan aktivitas yang berkelanjutan. Pemerintah tidak hanya menyiapkan tempat, tetapi juga perlu membuka ruang kolaborasi agar komunitas kreatif dapat memanfaatkan fasilitas tersebut untuk mengembangkan kemampuan dan memperluas jejaring.
Karena itu, keterlibatan komunitas dan pelaku ekonomi kreatif menjadi penting. Pemerintah dan komunitas diharapkan dapat saling mendukung dalam menciptakan kegiatan produktif, memperkenalkan karya lokal kepada masyarakat, serta membuka peluang pasar yang lebih luas.
Pemerintah Kota Kupang memandang ekonomi kreatif sebagai salah satu sektor yang dapat membuka peluang baru bagi generasi muda sekaligus memperkuat perekonomian daerah. Potensi seni, budaya, desain, dan karya audiovisual dapat dikembangkan menjadi produk maupun jasa yang memiliki daya saing.














