Iklan Baris :
Ingin Pasang Iklan, Klik disini - Ingin Koreksi, Klik Teks ini
Sosbud  

GEREJA Bukan SEKADAR Tempat IBADAH Juga Menjadi PENENTU Arah PEMERINTAH Membangun MASYARAKAT

Reporter: Marthen RadjaEditor: Redaksi
CitraNews

Menurutnya, pembangunan manusia tidak cukup hanya mengandalkan pendidikan formal, tetapi juga membutuhkan penguatan iman, karakter, moralitas, dan kepedulian terhadap sesama.

“Jalan, jembatan, dan gedung memang penting. Tetapi kita juga harus membangun manusianya. Kita membutuhkan masyarakat yang sehat, cerdas, berkarakter, saling menghargai, dan mampu hidup dalam toleransi,” tegasnya.

Mencermati pernyataan Walikota Christian Widodo tersebut memperlihatkan bahwa pembangunan Kota Kupang tidak semata-mata ditempatkan sebagai agenda pembangunan infrastruktur. Pemerintah juga membutuhkan kekuatan keluarga, gereja, dan seluruh elemen masyarakat untuk membangun fondasi sosial yang kokoh. Dalam konteks ini, rumah ibadah memiliki ruang kontribusi melalui pendidikan iman, pembinaan generasi muda, pelayanan sosial, dan penguatan toleransi.

Baca Juga :  PEMKOT Kupang BERBENAH Membuktikan KESIAPAN NTT Tuan Rumah PON 2028

Walikotq Christian juga menyinggung kebijakan efisiensi anggaran yang sedang dijalankan pemerintah. Ia menegaskan bahwa penghematan bukan berarti menghentikan pembangunan, melainkan mengatur prioritas agar setiap rupiah anggaran daerah memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat.

Sebagai contoh, ia menyebut keputusan untuk tidak mengadakan mobil dinas baru bagi dirinya maupun Wakil Wali Kota. Langkah tersebut, menurutnya, merupakan bagian dari upaya mengendalikan belanja pemerintah agar ruang fiskal dapat diarahkan kepada kebutuhan yang lebih mendesak, termasuk dukungan bagi rumah ibadah lintas agama dan program beasiswa.

Baca Juga :  MINIM Perhatian Pemerintah Terhadap Masyarakat Olahraga

Terkait pembangunan Pastori II GMIT Tiberias TDM, Walikota Christian mempersilahkan pihak jemaat mengajukan proposal kepada Pemerintah Kota Kupang untuk dipertimbangkan dalam dukungan anggaran tahun 2027. Namun, realisasi bantuan tetap mengikuti mekanisme, ketentuan peraturan perundang-undangan, serta kemampuan keuangan daerah.

Pada kesempatan itu, Christian menyampaikan proficiat atas tiga momentum penting Jemaat GMIT Tiberias TDM. Ia memaknai pentahbisan gedung gereja, peletakan batu pertama Pastori II, dan peluncuran buku sejarah jemaat sebagai buah perjalanan panjang yang dibangun melalui doa, pengorbanan, iman, dan kebersamaan.

Baca Juga :  APBD Perubahan 2026 Ketuk Palu, Keterbatasan PAD dan LAYANAN Prioritas WARGA Jadi TARUHAN

“Rumah ibadah ini tidak hanya dibangun dari beton, semen, pasir, dan besi, tetapi juga dibangun oleh iman, kasih, dan harapan. Hari ini kita bukan hanya meresmikan sebuah gedung, tetapi juga meresmikan rumah pengharapan, tempat mereka yang sakit dikuatkan dan yang lemah memperoleh kekuatan,” ungkapnya.

Sumber: Siaran Pers
Disclaimer: Artikel Ini Merupakan Kerja Sama CitraNews.Com Dengan GMIT Jemaat Tiberias. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab GMIT Jemaat Tiberias.