Iklan Baris :
Ingin Pasang Iklan, Klik disini - Ingin Koreksi, Klik Teks ini

TRAGEDI Di Balik KETERBATASAN EKONOMI, Gubernur Melky: JANGAN Ada WARGA Kehilangan PERLINDUNGAN SOSIAL

Reporter: Marthen RadjaEditor: Redaksi
CitraNews

Citra News.Com, KUPANG – TRAGEDI memilukan menimpa sebuah keluarga sederhana di Desa Jerebu’u, Kabupaten Ngada, Provisi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Seorang anak berusia 10 tahun mengakhiri hidupnya dengan cara bunuh diri, diduga karena kekecewaan mendalam akibat ketidakmampuannya membeli buku dan alat tulis sekolah.

Peristiwa ini tidak hanya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, tetapi juga mengguncang nurani publik. Di balik kematian tragis seorang bocah, tersingkap realitas pahit tentang kemiskinan, keterbatasan akses bantuan sosial, serta lemahnya sistem perlindungan masyarakat rentan di daerah.

Baca Juga :  Suku NUA LIMA ZUA Ingatkan FRANS Aba JANGAN Ada HUTANG Politik

Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban berasal dari keluarga dengan kondisi ekonomi yang sangat terbatas. Keterbatasan penghasilan orang tua membuat kebutuhan pendidikan dasar, yang semestinya mudah diakses, menjadi beban berat.

Ketidakmampuan membeli perlengkapan sekolah memicu tekanan psikologis pada korban. Di usia yang seharusnya diisi dengan belajar dan bermain, ia justru memikul rasa malu, kecewa, dan putus asa.

Baca Juga :  BERBANDING Tahun 2023 BANK NTT Alami KENAIKAN LABA 53 Persen

Tragedi ini memperlihatkan bahwa kemiskinan tidak hanya berdampak pada aspek material, tetapi juga menghantam kondisi mental dan emosional anak-anak, terutama ketika tidak ada sistem pendampingan yang memadai.

Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, menyampaikan duka cita mendalam saat diwawancarai di Kupang, Selasa (4/2/2026).

Ia menegaskan bahwa peristiwa ini merupakan kegagalan kolektif berbagai sistem sosial. “Sebagai Gubernur Provinsi NTT, saya berduka cita mendalam. Ini bukan sekadar tragedi keluarga, tetapi kegagalan kita bersama dalam melindungi anak-anak dan keluarga miskin,” ujar Gubernur.

Baca Juga :  WASPADALAH Bibit SIKLON Tropis Meningkat Jadi BADAI SEROJA

Menurutnya, sistem pemerintahan, pendidikan, sosial, budaya, dan keagamaan belum bekerja optimal dalam mendeteksi kondisi darurat sosial sejak dini.

Ia menilai, jika sistem peringatan dini dan kepedulian lingkungan berjalan baik, tragedi ini seharusnya dapat dicegah.

Kesenjangan Data

Sumber: Siaran Pers
Disclaimer: Artikel Ini Merupakan Kerja Sama CitraNews.Com Dengan Bocah 10 Tahun di Kabupaten Ngada Bunuh Diri. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Bocah 10 Tahun di Kabupaten Ngada Bunuh Diri.