Bangun Pantai Pede Tidak Berdampak Positif Salibkan Saya

Kupang, citra-news.com- PENETAPAN Labuan Bajo di Kabupaten Manggarai Barat sebagai salah satu dari 10 destinasi baru di Indonesia memiliki prospek jangka panjang. Pengembangan dan peningkatan pembangunan infrastruktur di sector kepariwisataan tidak saja memberikan income bagi devisa negara. Sekaligus juga dapat meningkatkan ekonomi daerah (PAD) dan sumber pendapatan keluarga.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Nusa Tenggara Timur, Dr. Marius Ardu Jelamu, MSi mengatakan, dengan penetapan Labuan Bajo di Provinsi NTT sebagai destinasi baru kepariwisataan memberikan multiplier effect yang luar biasa bagi masyarakat dan daerah. Dan salah satu lokasi pilihan pengembangannya adalah Pantai Pede.

“Jika Pantai Pede dilakukan penataan dan pengembangan sarana dan prasarana yang memadai maka memberikan dampak positif bagi masyarakat. Jika tidak berdampak positif salibkan saya,”tegas Marius (koran Citra News hal. 16/Mei 2015).

Pernyataan Marius itu menyusul letupan api permasalahan soal kepastian lahan di Pantai Pede. Bagi Marius jika tidak ada kepastian hukum terhadap lokasi Pantai Pede maka investor akan mengurungkan niatnya untuk berinvestasi. Padahal semakin banyak investor yang datang berinvestasi di dalamnya akan dapat menumbuhkembangkan perekonomian masyarakat setempat.

Meski sebelumnya terjadi polemic dan perang opini yang menggiring para tokoh masyarakat dan tokoh agama di satu pihak versus Pemprov NTT. Namun seiring perjalanan waktu Pemprov NTT terus bermanuver menggandeng investor untuk mengoptimalisasi kawasan Pantai Pede. Investor dimaksud adalah PT Sarana Investama Manggabar (PT SIM) yang konon milik Setya Novanto.

Hal itu dikatakan Dominikus Payong Dore, Kepala Bidang Pengelolaan Asset Daerah pada Badan Pendapatan Pengelola Keuangan dan Asset Daerah Setda Provinsi NTT. “Dalam mengoptimalisasi kawasan Pantai Pede ada beberapa investor yang mau berinvestasi. Salah satunya adalah PT. Sarana Investama Manggabar dengan pola kerjasama pemanfaatan Bangun Guna Serah (BGS). Dan kontrak kerjasama dengan PT SIM ini selama 25 tahun,”jelas Domi di ruang kerjanya. (koran Citra News hal. 5-6/ Agustus 2017).

Pernyataan tegas Marius terkait prospek pengembangan kawasan Pantai Pede khususnya dan Labuan Bajo umumnya telah membuahkan hasil. Infrastruktur dan sarana prasarana pendukung di Labuan Bajo terbangun secara apik. Hotel dan penginapan serta jalan akses menuju obyek-obyek wisata pun terbangun.

Obyek pariwisata di Labuan Bajo yang sudah lama dan menjadi daya pikat warga dunia itu adalah hewan raksasa komodo (varanus commodoensis). Sehingga tidaklah mengherankan menjadi perhatian pemerintah pusat. Lantaran menjadi kawasan nasional dengan pengawasan yang ekstra ketat demi menjaga kepunahan hewan komodo yang merupakan satu-satunya di dunia ini. (Baca juga, Gubernur Lebu Raya : Hewan Komodo Tidak Ada di Surga)

Dampak lanjutan dari pengembangan dan peningkatan infrastruktur itu pula maka pada gilirannya merangsang pihak Kementerian Pariwisata RI menggelar event Tour de Flores. Dan beberapa waktu belakangan ini event-event bertaraf nasional bahkan internasional pun digelar di Labuan Bajo.-NTT. +++ cnc1

 

Editor : marthen radja

Foto :  citra news doc.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *