Wali Kota Kupang, Christian Widodo dan Wakilnya, Serena Corsgrova Francis mendengar langsung kisah : Seorang kakek dan nenek merawat cucunya yang terpaksa berjualan kerupuk untuk membantu biaya sekolah.
Citra News.Com, KUPANG – FAKTA menyebutkan banyak anak bawah umur di Kota Kupang hingga larut malam pun masih berdiri di tepi di jalanan menawarkan barang dagangan.
Bagi sebagian orang, pemandangan itu mungkin sudah biasa. Namun bagi Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang, keberadaan anak-anak yang bekerja di jalanan adalah tanda (bukti, red) bahwa negara belum sepenuhnya hadir.
Karena itulah, Sabtu (13/6/2026) malam, Wali Kota Kupang dr. Christian Widodo dan Wakilnya Serena Cosgrova Francis, S.Sos., M.Sc. memilih turun langsung ke lapangan.
Pemimpin Kota Kupang yang peka dengan kondisi warga dan peduli anak ini tidak datang untuk sekadar menertibkan. Tetapi hadir memberi solusi dan memastikan bahwa setiap anak yang ditemukan di jalan memiliki kesempatan kembali menikmati haknya sebagai anak.
Langkah tersebut menjadi pesan politik yang kuat tentang arah pemerintahan Kota Kupang. Bahwa ukuran keberhasilan pembangunan bukan hanya jalan yang mulus atau gedung yang berdiri megah, melainkan seberapa jauh negara mampu melindungi kelompok paling rentan.
Pada Sabtu malam itu di kawasan Jalan El Tari dan beberapa titik lainnya, terlaksana operasi gabunga. Operasi gabungan dilakukan dengan melibatkan Dinas Sosial, DP3A, Satpol PP, Dinas Perhubungan, serta Dinas Komunikasi dan Informatika dengan pendekatan berbeda.
Diketahui, tidak ada pola razia yang berakhir pada pengusiran atau pemindahan semata. Setiap anak yang dijangkau langsung diantar pulang ke rumahnya untuk mengetahui akar persoalan yang membuat mereka harus bekerja hingga larut malam.

Setiap anak yang terjaring langsung diantar pulang ke rumah masing-masing untuk dilakukan asesmen sosial guna mengetahui akar persoalan yang mendorong mereka bekerja di jalanan.
“Kami tidak ingin penanganan ini berhenti setelah anak-anak diantar pulang. Kami turun langsung ke rumah mereka untuk melihat apa yang kurang. Apakah karena faktor ekonomi orang tua, kebutuhan modal usaha, atau bantuan sosial yang belum menjangkau mereka. Penanganan harus menyentuh akar masalah agar menjadi solusi yang tuntas,” tegas Wali Kota Kupang.













