TIDAK Prosedural Rekruitmen Bacaleg di Partai Berkarya NTT

Kupang, citra news.com – REKRUITMEN dan pendaftaran bakal calon anggota legislative (Bacaleg) yang dilakukan Drs. Jan Christofel Benyamin, Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Berkarya Provinsi Nusa Tenggara Timur, ditengarai tidak procedural.

Hal itu ditegaskan Sekretaris DPW Partai Berkarya Provinsi NTT, Zulkifli kepada wartawan media massa cetak dan online saat temu pers di Kupang, Kamis 29 Maret 2018.

Dikatakan tidak procedural, jelas Zulkifli,  pertama Ketua DPW PB NTT tidak pernah melakukan rapat internal pengurus internal terkait pendaftaran Bacaleg dimaksud. Kedua, di dalam peraturan organisasi (PO) Partai Berkarya tidak ada klausul yang menyatakan pembatasan quota. Dan ketiga, pendaftaran Bacaleg dilakukan oleh Tim Tujuh setelah mendapat pertimbangan dari Dewan Penasihat partai dan juga ditandatangani oleh Sekretaris DPW Partai Berkarya NTT.

“Menjadi pertanyaan, apakah hal-hal dimaksud sudah terpenuhi sehingga seorang Ketua DPW PB NTTmengumumkannya ke public. Dan lebih tragisnya lagi melakukan postingan melalui WhatsApp Group (WAG) Partai Berkarya NTT kalau quota sudah penuh (full). Hemat kami ini sebuah pembohongan public yang tidak bisa ditolerir.  Itu sama dengan  membatasi hak politik seseorang. Lebih dari itu secara tidak langsung mengusir para simpatisan yang mau bergabung di Partai Berkarya. Padahal sebagai partai baru kita membuka ruang seluas-luasnya kepada siapapun dia yang mau membesarkan partai ini ke depan,”tegas pemilik Rumah Makan Mie Aceh itu.

Sementara Wakil Ketua/Ketua Pelaksana Harian, Imanuel S. Meok menambahkan, pemegang kendali administrasi adalah seorang Sekretaris.  “Saya tidak tahu apakah semua administrasi yang dibuat itu apakah hanya ditandatangani oleh seorang ketua? Sementara Tim 7 yang dibentuk siapa-siapa ada di dalamnya. Dan patut diduga ada rekayasa-rekayasa yang dibuat oleh Ketua DPW PB NTT”.

Kami hanya heran saja, tambah dia, sekembalinya menghadiri Rapimnas yang kepergiannya juga tanpa melalui rapat bersama pengurus DPW PB NTT, kaget-kaget saja Ketua DPW PB NTT Jan Christofel Benyamin menayangkan postingan di WAG soal pendaftaran Bacaleg. Cilakanya lagi menyatakan sudah tidak ada quota lagi untuk Dapil NTT 1 dan Dapil NTT 2 bagi bakal calon anggota DPR RI. Demikian halnya dengan Dapil NTT 1 dan 2 untuk Bacaleg provinsi.

Hal senada juga disampaikan Paulus Naro, SH. Wakil Ketua  Hukum dan HAM DPW PB NTT itu menilai secara etika dan norma organsisasi Jan Chistian Benyamin sudah mengangkangi aturan partai yang dituangkan dalam peraturan organisasi (PO). Betapa tidak. Di dalam PO sudah jelas-jelas dijabarkan prosedur secara berjenjang. Lebih dari itu secara sengaja mengabaikan peran sentral dari seorang sekretaris partai. (Baca juga : Pemalsuan Dokumen Bisa Dipolisikan)

Hal yang sama disampaikan sebelumnya disampaikan Paul Naro. Bahwa Partai Berkarya setelah dinyatakan lolos oleh KPU Pusat dan Partai peserta Pemilu 2019, ada banyak simpatisan yang mau bergabung di partai besutan Tommy Soeharto ini.

Selain Sekretaris, Ketua Harian, dan Wakil Ketua Hukum dan HAM Berkarya Provinsi NTT, para petinggi (pengurus) partai yang turut hadir dalam temu pers  yang digelar di Posko partai  itu diantaranya Ketua Dewan Penasihat yang juga Anggota Koordinator Wilayah Bali – Nusa Tenggara (Korwil Bali Nusra) Antonius Kaunang, Laurensia Wadhin, Paul R.Manek, Inggrit Sigakole, dan Sekretaris DPD PB Kabupaten Kupang, Elvis Liu. +++ cnc1

Editor : marthen radja

Keterangan Foto: Pose bersama, Sekretaris DPW PB NTT, Zulfikli (kelima dari kiri), dengan para wartawan di Posko Partai Berkarya NTT (rumah makan Mie Aceh) Kupang, Kamis, 29 Maret 2018.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *