Dolvi Dipecat Gara-gara TIDAK Dukung Marianus – Nomleni

Dolvianus Kolo : Saat pertama saya menolak mendukung Cagub (Calon Gubernur NTT) Marianus Sae yang diusung PDIP, sudah ada signal yang tidak baik dari pengurus DPD PDIP NTT.  Apalagi saya secara terang-terangan menghadiri deklarasi pasangan Cagub/Cawagub NTT Viktor Laiskodat – Joseph Nae Soi. Itukan sikap politik saya. Tapi jangan begini caranya.  Surat pemecatan kenapa tidak kasi ke saya? Padahal sudah dipecat dari Bulan Februari.  Ada apa di balik semua ini?

 

Kupang, citranews.com – PROTES pemecatan politikus PDIP di NTT, Dolvianus Kolo tidak cuma ke warga netizen.  Tapi juga Dolvi –demikian ia akrab disapa- mengancam mempolisikan oknum anggota partai berlambang banteng moncong putih itu yang telah membubuhkan tanda tangan untuk mem-PAW-kan dirinya dari anggota DPRD NTT. Tidak terkecuali  berniat mempolisikan Megawati Soekarnoputri selaku Ketua Umum DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan.

Apa gerangan Dolvi dipecat dari keanggotaan PDIP NTT dan anggota DPRD Provinsi NTT? Kabar yang diperoleh citra-news.com, surat pemecatan dari keanggotaan dan pemberhentian antarwaktu (PAW) sebagai anggota DPRD itu, ditengarai Dolvi dikeluarkan DPP PDIP menyusul sikap politik Dolvi menolak mendukung  Paslon (pasangan calon) gubernur dan wakil, Marianus Sae dan Emiliana Nomleni pada Pilkada serentak 2018.

Meskipun sampai saat ini Dolvi mengaku belum menerima surat keputusan apapun dari DPP PDIP namun dirinya bersikeras akan melaporkan semua pihak yang membubuhkan tanda tangan dalam surat pemecatan dan surat usulan PAW dari partai, termasuk Ketum (Ketua Umum) Megawati Soekarnoputri.

“Nama baik saya jadi tercemarkan di medsos, apa maksud di balik ini semua. Terhadap hal ini saya sedang berkoordinasi dengan pengacara saya,”tuturnya.

Kronologis singkat pemecatan terjadi, jelas dia, saat pertama menolak mendukung Cagub (Calon Gubernur NTT) Marianus Sae yang diusung PDIP. Dia dikabarkan secara terang-terangan menghadiri deklarasi pasangan Cagub/Cawagub NTT Viktor Laiskodat-Joseph Nae Soi.

“Sejak awal saya sudah siap untuk dipecat dan di-PAW. Tapi jangan begini caranya. Surat pemecatan kenapa tidak kasi ke saya? Padahal sudah dipecat dari bulan Februari. Saya malah baca di medsos kalau sudah dipecat dan mau di-PAW-kan,” timpalnya. +++ cnc1

 

Gambar : Dolvianus Kolo, anggota DPRD Provinsi Nusa Tenggara Timur periode 2014-2019 (doc. marthen radja/CNC)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *