Merenda Soal Mobnas DH 5 Hingga PAW Anggota DPRD NTT

Sesuai dengan kewenangan yang melekat dalam jabatan sebagai anggota DPR yakni hak budget maka anggota dewan terhormat wajib hukumnya untuk menelisik barang milik negara yang disalahgunakan para pihak. Salah satu diantaranya adalah kendaraan dinas entah kendaraan perorangan dinas juga kendaraan operasional dinas.

 

Kupang, citranews.com – KETUA DPRD NTT Anwar Puageno menyatakan dalam waktu yang tidak lama lagi akan melakukan beberapa hal urgen. Diantaranya DPRD NTT akan memanggil eksekutif (pemerintah NTT) untuk didengar pendapatnya terkait terbakarnya satu unit mobil DH 1980 BL di Desa Kakan Kecamatan Kuanfatu Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS).

Hal lainnya adalah DPRD NTT secara lembaga akan melakukan PAW terhadap 4 orang anggota DPRD NTT. “Kami telah memproses PAW 4 anggota DPRD NTT, masing-masing 3 (tiga) nama yang mengikuti Pilkada di Kabupaten Kupang dan Kabupaten Timor Tengah Selatan. Dan 1 (satu) nama anggota DPRD NTT dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) atas nama Dolvianus Kolo juga ikut di-PAW-kan,”jelas Puageno.

Kepada wartawan Puageno mengakui, pihaknya telah memproses PAW 4 anggota DPRD NTT dimaksud. Masing-masing 3 (tiga) nama yang mengikuti kontstas Pilkada dan 1 (satu) nama anggota Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) atas nama Dolvianus Kolo.

Ketiga nama yang mengikuti kontestasi Pilkada 2018 dimaksud, sebut Puageno, adalah  Nelson Obed Matara jadi salah satu kontestasi Pilkada di Kabupaten Kupang. Sementara Ampera Seke Selan, dan Johny Army Konay mengikuti kontestasi Pilkada di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS). Sedangkan Dolvianus Kolo telah dipecat dari PDI Perjuangan.

“Jadi ada dua anggota DPRD NTT dari PDI Perjuangan yaitu Nelson Obed Matara dan Dolvianus Kolo,”tegas Puageno di sela-sela rehat Rapat Paripurna Istimewa terkait Penyerahan Rekomendasi DPRD terhadap LKPJ Akhir Masa Jabatan (AMJ) Gubernur NTT tahun 2013-2018 dan LKPJ APBD  TA 2017 kepada Gubernur NTT , Jumat, 20 April 2018.

Terhadap Dolvianus Kolo, tegasnya berulang, pihaknya telah menerima surat pemecatan dari PDI Perjuangan.  Berdasarkan surat pemecatan itu kami merespons dengan melakukan proses PAW terhadap saudara Dolvi Kolo. Termasuk saudara Nelson Matara, Ampera Seke Selan, dan Johny Army Konay untuk di-PAW-kan.

Sembari menambahkan surat ke Kemendagri soal proses PAW (empat) orang anggota DPRD NTT ini, pihaknya sudah bersurat ke Kementerian Dalam Negeri di Jakarta.

“Kami sudah bersurat ke Kemendagri sejak awal April 2018. Sampai hari ini kami sedang menunggu prosesnya. Tapi yang pasti sesuai aturan kami akan mem-PAW-kan keempat nama anggota DPRD NTT dimaksud. Selain anggota DPRD NTT yang ikut kontestasi Pilkada namun tidak terkecuali juga anggota DPRD NTT atas nama Dolvianus Kolo yang sudah dipecat dari jelas PDIP,”jelas Pugeno.

Terkait terbakarnya satu unit mobil yang disinyalir Mobnas (mobil dinas) bernomor polisi DH 5, di Desa Kakan Kecamatan Kuanfatu Kabupaten Timor tengah Selan pada Rabu 11 April 2018 NTT akan memanggil pihak eksekutif melakukan dengar pendapat.

“Iya kita akan panggil pemerintah walaupun kejadian itu berlangsung dalam suasana kontestasi Pilkada. Juga pihak Bawaslu Provinsi NTT karena terkait dengan peristiwa terjadi saat kampanye Pemilu kepala daerah,”kata Puageno.

Mobil dinas DH 5 yang biasa digunakan Wakil Gubernur NTT Benny Litelnoni, menurut Puageno, mendaras pada aturan hukum yang mengaturnya. Karena itu jika ada hal-hal yang melanggar aturan hukum yang ada tentunya ada sansi-sanksinya. Itu yang coba DPRD NTT undang para pihak yang terkait di dalamnya sehingga masalahnya menjadi klir. +++ cnc1

 

Gambar : Drs. Anwar Puageno, Ketua DPRD Provinsi Nusa Tenggara Timur periode 2014-2019. (doc. marthen radja /CNC)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *