Makan Bakso Bonawi ‘Telan’ Nyawa Herman

Laporan : Armando WS/cnc

Editor : marthen radja

 

Lagi-lagi  kasus makan bakso kembali makan korban. Kali ini Herman Donaldus Lesu (41) harus meregang nyawa setelah makan bakso milik Bonawi.  Berbeda dengan kasus makan bakso pada bulan Pebruari 2018 lalu yang menyeret beberapa warga Maumere dan hanya menderita sakit sebatas muntah menceret saja.

 

Maumere, citranews.com – JIKA tidak ingin maut menjemput maka waspadalah makan makanan yang dijajaki oknum-oknum pedagang asongan. Karena bisa saja bahan makanan yang anda makan mengandung bahan beracun.

Faktanya, Herman Donaldus Lesu (41) setelah menyantap bakso yang dibelinya dari penjual bakso keliling, Bonawi, pada Selasa 24 April 2018 ia harus meregang nyawa di RSUD TC Hillers Maumere.

Informasi yang diperoleh citra-news.com dari Kepala Kepolisian Resort (Kapolres) Sikka, AKBP Rickson Situmorang, S,IK bahwa Herman Donaldus Lesu yang menjadi korban makan bakso Bonawi telah meninggal dunia.

Dalam isi pesan WhatsApp (WA) kepada wartawan di Maumere, Selasa petang Kapolres Situmorang menulis, pada Selasa 24 April 2018 sekitar puku 09.30 Wita,  Bonawi (30) berhenti untuk membeli rokok di daeah sekitar Nangalimang. Bonawi dihampiri korban Herman Donaldus Lesu (41) untuk membeli baksonya satu porsi dengan harga Rp 8000.

Korban memakan bakso tersebut di pinggir jalan di depan kios. Setelah kurang lebih 10 menit korban menyelesaikan makannya lalu membayar bakso tersebut kepada penjual Bonawi.

Setelah korban (Herman) selesai membayar korban duduk kembali di depan kios. Sementara Bonawi membersihkan mangkok bekas makan korban.

Tak lama kemudian korban dihampiri oleh temannya untuk berbincang. Namun disitu Bonawi sempat melihat tangan korban gemetaran.  Namun Bonawi langsung pergi untuk melanjutkan berjualan. Setelah berhenti di depan gereja Nangalimang karena harus melayani dua pembeli. Tak lama kemudian Bonawi didatangi seorang pria menggunakan mobil pick up dan mengatakan bahwa korban telah pingsan setelah makan bakso tersebut.

Bonawi pun  kembali ke tempat korban Herman makan bakso sebelumnya. Namun dicegah oleh masyarakat karena masyarakat telah banyak yang berkumpul. Lalu Bonawi meminta bantuan salah satu dari masyarakat untuk mengantarnya ke Polsek Alok. Sementara korban Heman dilarikan ke RSUD TC Hillers Maumere. Namun setelah beberapa saat ditangani dokter di UGD korban Herman dinyatakan meninggal pada pukul 13.35 Wita.

Belum diketahui penyebab kematian korban, apakah keracunan makanan dari bakso yang disantapnya di sisi ruas jalan nasional di Kelurahan Nangalimang, Kecamatan Alok (sekitar 3 Km arah barat) Kota Maumere.

Hingga saat ini belum bisa dipastikan penyebab pasti korban meninggal. Karena keluarga korban belum mengizinkan visum terhadap jenazahnya.

Langkah-langkah yang telah diambil Polsek Alok sebelumnya, beber Kapolres Situmorang, yaitu pertama, melihat kondisi korban di rumah sakit TC Hillers. Kedua, Berkoordinasi dengan pihak rumah sakit untuk pelakanaan visum. Ketiga mengamankan barang bukti berupa mangkok yang telah digunakan serta beberapa sample bakso untuk dibawa ke laboratorium. Keempat, mengamankan si penjual bakso Bonawi dan meminta keterangannya.

Pada kesempatan terpisah, Bonawi mengatakan ada dua  orang  yang dia layani di  depan  gereja  Nangalimang, mereka  juga  makan sampai habis.  Tapi mereka tidak apa-apa.

Untuk mengetahui ada tidaknya Bakso Bonawi mengandung bahan beracun, petugas Laboratorium  Kesehatan Dinas Kesehatan  Sikka,   Matheus  Kariono, mengambil bakso sebagai sample untuk diteliti di laboratorium. +++mof/cnc

 

Gambar: Matheus Kariono memperlihatkan sample bakso yang siap diteliti di laboratorium. (doc. Egenius Mo’a/Pos Kupang)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *