Di Maumere Polisi Urus Dua Peristiwa Bacokan Dalam Sehari

Kepolisian Resort Sikka dibuat pusing oleh ulah oknum warga yang melakukan  aksi sadis pembacokan dan pembunuhan. Mengapa tidak pusing. Bisa dibayangkan dalam sehari polisi harus melakukan olah TKP di dua lokasi antar kecamatan yang jaraknya ratusan kilometer. Satu peristiwa terjadi di ujung barat Kota Maumere atau tepatnya Dusun Ledagoba Desa Dobo Kecamatan Mego. Dan satu kasusnya lagi terjadi di Dusun Detunggawa Desa Done Kecamatan Magepanda Kabupaten Sikka.

 

Laporan : Armando WS/cnc

Editor : marthen radja

 

Maumere, citranews.com – NASIB naas menimpa Wilibordus Kasian (43) dan Hendrika Wohe (52). Kedua pasangan suami istri itu dibacok di tengah jalan dalam perjalanan pulang dari Kota Maumere ke Nangablo-Ledagoba. Kejadian yang  merupakan akibat tanpa sebab itu hanyalah sebuah kesempatan dalam kesempitan. Apalagi melakukan kejahatan di jalanan sepi di tengah malam.

Dikisahkan Wilibordus alias Stoner, sedikitnya 6 orang berboncengan sepeda motor membututi Stoner dan istrinya. Meski harus kejar-kejaran saling melambung Stoner pun tidak mau kalah. Para begal akhirnya hanya tersisa dua orang berboncengan terus memburu Stoner dan istrinya. Hal yang diburu begal sudah tentu ingin menguras harta korban buruannya.

Stoner pun tak kuasa menahan aksi dua pria asing (tidak dikenal) itu. Sebilah parang milik pebegal pun bersarang di kepala Hendrika namun mengenai helm. Pebegal terus mengejar dan secara beruntun parang pebegal mengena leher, tangan, dan belakang Hendrika. Juga mengenai bahu Stoner.

“Akhirnya kami jatuh. Lalu pebegal itu menghampiri kami. Namun karena saya berteriak minta tolong dan ada warga yang datang membantu. melihat warga datang pebegal pun kabur. Kejadian itu sekira pukul 02.30 Wita (dini hari) Kamis 24 April 2018 di Wairdoit Kecamatan Lela tepat di poros jalan negara Maumere-Ende,”kisah Stoner.

Menjawab citra-news.com apakah selama ini ada masalah-masalah sehingga dibenci orang? Stoner mengatakan selama lebih kurang 16 tahun tinggal di dusun Ledagoba tidak ada masalah

kronis dengan siapapun.

Walau pasangan suami istri itu harus berbaring lemah di ruang ICU RSUD TC Hillers Maumere namun kasusnya sedang ditangani pihak Kepolisian Resort (Polres) Sikka. “Kami sedang mendalami kasus  ini. Kami juga terus berupaya untuk terus melacak pelakunya,”kata Kapolres Sikka, AKBP Rocky Situmorang, SIK melalui siaran pers yang diterima wartawan Kamis petang.

Kapolres Situmorang juga membeberkan kejadian serupa yakni dialami Robertus Woda (55) warga Dusun Detunggawa Desa Done Kecamatan Magepanda Kabupaten Sikka. Adalah D.A (58) warga Dusun Rategulu Desa Magepanda Kecamatan Magepanda Kabupaten Sikka. Pada Kamis 26 April 2018 sekitar pukul 06.30 Wita datang menyerahklan diri di Pospol Ndete. D.A (pelaku) melakukan tindakan pidana (TP) pembunuhan, tulis Situmorang.

Berikut kronologis kejadian, tempat,  waktu, korban, pelaku serta saksi-saksi. Beber Situmorang, kejadian di rumah Robertus Woda (korban) sekitar pukul 06.3 Wita D.A (pelaku) datang ke rumah korban dengan maksud minta tanda tangan jual beli tanah yang mana tanah tersebut pelaku beli dari korban pada tahun 1992 dengan ukuran 30 x 37 meter.

Namun demikian korban hanya mau tanda tangan seluas 20 x 30 meter. Karena pelaku tidak puas dengan jawaban korban pelaku langsung memotong korban sebanyak tiga kali dan mengenai bagian pelipis, leher kiri, dan lengan kiri yang mengakibatkan korban meninggal.

Setelah kejadian pelaku melarikan diri menuju Pospol Ndete guna mengamankan diri. Atas kejadian tersebut Kapospol Ndete menjemput pelaku untuk proses selanjutnya diamankan di Polsek Nita.

Tindakan kepolisian, tambah Situmorang, menerima laporan, mendatangi TKP, mencatat identitas korban, pelaku, serta saksi atas nama Katharina Ndiki (istri korban umur 51 tahun), dan mengamankan pelaku. +++ mof/cnc

 

Gambar : Kapolres Sikka, AKBP Rocky Situmorang, SIK (doc. Armando- CNC/web)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *