SAM HANING Meng-KO-kan Pemkab KUPANG

Tidak biasanya berperkara melawan pemerintah pihak penggugat dinyatakan menang. Apalagi penggugat berasal dari kelompok masyarakat marhaen (kelas menengah kebawah) seperti petani, buruh, dan nelayan. So pasti ini karena kepiawaian sang Pengacara, bukan?

Kupang, citra-news.com – SAMUEL HANING, SH, MH atau akrab disapa Sam Haning telah membuktikan kegigihannya di meja hijau. Berkat kepiawaiannya ia mampu meng-Knock Out-kan alias Memenangkan Perkara Tanah antara BETJI Manoe, HABEL Manoe (Penggugat) versus Pemerintah Kabupaten Kupang (Tergugat), beralamat di lokasi Pasar Oesao Kelurahan Oesao Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Menurut Sam Haning, sangat tidak gampang memenangkan sebuah perkara. Apalagi perkara melawan pemerintah dimana penggugatnya adalah petani. Ini butuh kegigihan, keberanian, dan kejelian seorang pengacara. Karena gigih berjuang maka terbukti kita dari pihak Penggugat dinyatakan MENANG oleh Pengadilan Negeri Oelamasi.

Diketahui Pasar Oeasao adalah pusat transaksi ekonomi sekaligus juga menjadi pasokan terbesar hasil pertanian bagi warga ibukota Provinsi NTT di Kota Kupang. Akan tetapi selama itu Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kupang seolah-olah mengubur dalam-dalam hak kepemilikan atas tanah di lokasi Pasar Oesao.  Yakni Betji Manoe dan Habel Manoe sebagai Ahli Waris dari Markus Habel Manoe.

Ditemui awak citra-news.com dan mediapurnapolri.net, di Kupang, Senin 6 Mei 2019 Sam Haning  menjelaskan, di atas tanah seluas 8000,6 meter persegi tersebut oleh Pemkab Kupang telah membangun 7 (tujuh) unit bangunan pasar. Sementara tahun 2017 pemerintah berhasil merenovasi pasar dengan dirancangbangun 2 lantai itu konon biaya sekitar Rp 7 miliar. Dan bahkan hingga penerbitan Sertifikat Tanah pun tidak ada niat baik dari Pemkab Kupang untuk melakukan pendekatan dengan pihak pemilik tanah.

Atas dasar ini, lanjut Sam Haning yang juga Ketua PERTINA NTT, maka Betji Manoe dan Habel Manoe selaku pemilik tanah memperkarakan lokasi tanah  Pasar Oesao itu. Dan mulai disidangkan pada Maret 2018. Walalupun sebelum gelar perkara dilakukan mediasi, tapi tidak membuahkan hasil.

“Kami selaku Pengacara yang ditunjuk pihak Penggugat dengan gigihnya kami  berjuang. Agar tanah tersebut kembali ke pemiliknya. Akhirnya hari ini Senin tanggal 6 Mei 2019 PN Oelamasi memutuskan perkaranya. Dan dimenangkan oleh Penggugat atas nama Betji Manoe dan Habel Manoe”jelas sang Ketua Yayasan Universitas Persatuan Guru (UPG) 1945 Kupang itu.

Lebih jauh Sam Haning menyebutkan, ada 3 (tiga) point penting dalam putusan PN Oelamasi ini. Pertama, menyatakan penguasaan lahan kepada Betji Manoe dan Habel Manoe (Penggugat). Point kedua, memerintahkan Pemkab Kupang untuk membongkar dan mengosongkan segala sesuatu yang ada di atas lahan pasar tersebut. Dan ketiga, menghukum pihak Tergugat (Pemerintah Kabupaten Kupang) dengan biaya perkara sebesar Rp 4 juta kepada Pengadilan Oelamasi.

Menjawab citra-news.com soal kemungkinan banding dari pihak Tergugat, sang Komisaris Utama PT Flobamora NTT ini mengatakan, untuk melakukan banding atau tidak itu hak orang. Walau begitu pihak PN Oelamasi memberikan ruang bagi tergugat selama tenggang waktu 14 hari (terhitung sejak tanggal diputuskan perkara ini) untuk mengajukan banding.

“Melakukan banding atau tidak itu hak orang. Tapi yang pasti putusan PN Oelamasi hari ini bahwa Penggugat menang perkara. Perlu kami tambahkan bahwa dalam perkara ini Penggugat 3 (tiga) pihak. Yakni pihak Pemerintah daerah Kabupaten Kupang, Kanwil Pertanahan Provinsi, dan pihak Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Kupang,”tegasnya.

Sam Haning menambahkan, soal materi gugatan adalah mengenai kepemilikan lahan Pasar Oesao yang diklaim oleh Tergugat sebagai milik Pemkab Kupang. Dan BPN dalam hal ini yang telah menerbitkan Sertifikat Tanah Hak Pakai atas nama Pemkab Kupang.

Oleh karena itu tidak saja pihak Pemkab Kupang. Akan tetapi juga para pihak yang telah menerbitkan sertifikat. Dalam hal ini pihak BPN Kabupaten Kupang dan Kanwil Pertanahan Provinsi NTT, tandasnya. +++ marthen/citra-news.com

Gambar : Samuel Haning, SH,MH ketika ditemui awak media online/Portal Berita di pusat perbelanjaan Trans Mart Kupang Timor NTT, Senin 6 Mei 2019.

Foto : Doc. CNC/marthen radja

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *