IMO Indonesia KETUK Hati Rakyat KUTUK Terorisme

Siapapun dia akan marah dan bahkan melakukan perlawanan bila aksi kelompok teroris terus merajalela di tanah air. Dan rakyat lebih marah lagi bila disana-sini korban berjatuhan lantaran terjadi pemboman yang dilancarkan oleh pelaku-pelaku kebiadaban itu.

 

Jakarta, citra-news.com – IKATAN Media Online (IMO) Indonesia senantiasa mengetuk hati rakyat untuk terus melakukan perlawanan terhadap aksi-aksi kebiadaban oleh kelompok teroris di tanah air. Tidak saja dengan aksi perlawanan namun juga bertindak tegas serta upaya-upaya cegah dini (preventif) terhadap orang atau sekelompok orang yang diduga terlibat dalam jaringan terorisme.

Penegasan itu disampaikan secara tertulis melalui Pernyataan Sikap (PS) IMO Indonesia, tertanda Ketua Umum, Yakub S. Ismail dan Sekretaris Jenderal, M. Nasir Bin Umar tanggal Jakarta 14 Mei 2018. Atau Pernyataan Sikap IMO Indonesia tersebut dikeluarkan sehari setelah terjadi pemboman terjadi di Mako Brimob, Poltabes, dan pengeboman tiga gereja Kristen di Surabaya pada Minggu 13 Mei 2018.

Sebagai organisasi badan usaha Media Online, demikian Umar, turut berkontribusi dalam pemberitaan secara nasional dan mengikuti perkembangan secara saksama, atas serangkaian aksi terorisme yang terjadi di Indonesia.

Terutama aksi pemboman di Mako Brimob, Gereja-gereja Kristen dan Poltabes Surabaya. Yang menyebabkan korban meninggal dunia, dan luka-luka. Atas dasar tersebut maka IMO INDONESIA menyatakan (1) Mengutuk Keras atas rentetan aksi terorisme yang terjadi di Indonesia. Atas asar apapun terorisme merupakan kejahatan luar biasa karena telah mencederai nilai-nilai kemanusiaan.

(2)  Mengucapkan belasungkawa terhadap korban an keluarga korban, baik yang meningal dunia maupun yang menderita luka-luka. Semoga tetap diberikan kekuatan dan ketabahan. (3) Mendorong pemerintah untuk melibatkan pers Online/Portal Berita dalam upaya pemberitaan secara lebih meluas kepada masyarakat Indonesia. (4) Menghimbau seluruh masyarakat Indonesia untuk memberikan kpercayaan sepenuhnya kepada Aparat Negara TNI dan Polri dalam menangani masalah teroris yang menjadi musuh bersama. +++ imo/cnc

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *