Iklan Baris :
Ingin Pasang Iklan, Klik disini - Ingin Koreksi, Klik Teks ini

RUBA DEO Potret Inovasi Tiada Henti Kain Tenun Ikat NTT

CitraNews

“Biar supaya motif NTT juga dikenal banyak orang. Itu urusan pemerintah. Yang kami bisa lakukan adalah bagian yang kami bisa hasilkan berupa kain tenun dengan motif-motif kita yang khas. Semakin beraneka kekhasan yang ada semakin banyak pilihan konsumen. Kalau sudah banyak laku kan kita untung,”ungkap Ina Tina seadanya.

Wanita asal Sabu dan mengaku dari kelompok Tenun Ikat RUBA DEO itu ditemui citra-news.com di bilangan Jl. Polisi Militer Kota Kupang, Rabu 23 Mei 2018. Dalam kesibukkannya merenda kain tenun dengan berbagai motif khas NTT dengan warna kuning keemasan itu, Ina Tina bertutur, bekal ketrampilan mewarnai diatas kain tenun ikat bermotif itu didapat ketika pada suatu kesempatan pelatihan wanita kelompok tenun ikat asal NTT di Palembang beberapa waktu lalu.

Untuk mempertegas warna kuning biar lebih mengkilap, kata Ina Tina, diatas kain yang bermotif ditambahkan semacam lem perekat mengikuti garis-garis motif yang sudah ada. Setelah beberapa menit dibiarkan perekat berwarna putih susu itu berubah menjadi warna hitam. Saat semuanya sudah hitam diatasnya ditaburi jeli (kuning keemasan). Dari jeli inilah kain motif dengan warna dasar kuning pudar menjadi kuning mengkilap keemasan.

Baca Juga :  GRATIS Dibagikan 8000 Hektar BENIH PADI Cegah STUNTING

“Gampang sa sonde (saja tidak) susah kerjanya. Nanti kalo su (kalau sudah) jadi seperti ini warnanya jadi kuning mengkilap. Dia sonde akan pudar selamanya. Asal jangan sering cuci apalagi pakai sabun deterjen.  Iya ini ju karna beta (juga karena saya) ikut pelatihan di Palembang,”jelas Ina Tina dengan tidak merinci harga per lembar kain tenun ikat itu.