ENDE, Tempat BUNG KARNO ‘Menggali’ Butir PANCASILA

Pemerintah Indonesia di Era Presiden Joko Widodo berniat membangun patung Presiden Pertama RI Soekarno (Bung Karno) di sejumlah tempat di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Selain di beberapa lokasi di Indonesia yang pernah dikunjungi Sang Proklamator.

 

Ende, citra-news.comADALAH LAYAK pemerintah membangun Patung Bung Karno di Ende Flores NTT. Karena di Kota Ende ini atau tepatnya di Rumah Pengasingan Soekarno di Jalan Perwira, Kelurahan Kotaraja, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT), menjadi tempat permenungan sejarah penggalian butir-butir mutiara Pancasila oleh Bung Karno.

Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo saat meresmikan Patung Soekarno di Ende, Jumat 01 Mei 2018, mengatakan Patung Soekarno ini dibangun agar generasi muda bisa tahu bahwa Bung Karno pada zaman dulu berangkat dari Batavia (sekarang Jakarta) ke sejumlah tempat di Indonesia.

Dikatakannya, perihal sepak terjang Ir. Soekarno atau Bung Karno sebelum ia diasingkan ke Ende oleh Belanda, selama berbulan bulan perjalanan dari Batavia hanya dengan menumpang kapal laut hingga ke perbatasan NKRI.

“Kota Ende di Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT), menjadi tempat bersejarah. Ende adalah tempat Bung Karno menjalani pengasingan selama empat tahun (14 Januari 1934 hingga 18 Oktober 1938). Di tempat ini presiden pertama Indonesia, Soekarno, menggali Pancasila sebagai dasar negara,”jelas Kumolo.

Sebagai Mendagri, kata Kumolo, di mana Bung Karno pernah menginjakkan kakinya di Nusantara ini maka kita akan bangun patungnya. Selain Ende di Pulau Flores juga di Atambua (Kabupaten Belu) dan Kabupaten Malaka Pulau Timor NTT juga dibangun Patung Soekarno. Juga pulau lain yang paling dekat dengan Australia akan dibangun patung Soekarno yakni Pulau Rondo di Aceh, Maluku dan Bengkulu.

“Akan kami pasang patungnya Bung Karno. Bukan kita menghormati patungnya, tapi arti semangat dari Bung Karno yang ingin kita apresiasi. Selain patung Soekarno juga akan kita pasang lambang Bhineka Tunggal Ika dengan lima silanya,”ucapnya.

Sebelumnya, di sela-sela Festival Parade Pesona Kebangsaan di Lapangan Pancasila, Ende, Kamis 31 Mei 2018, Kumolo mengatakan Bung Karno menggali Pancasila diawali dari Kota Ende. Di bawah pohon sukun, Bung Karno merenung dan menemukan buah pemikiran tentang Pancasila.

“Di Ende, Soekarno bukan menggali Ende, melainkan Nusantara. Itu artinya, Ende menjadi bagian dari inspirasi secara nasional. NTT merupakan bagian dari NKRI, perlu ada pesta budaya, agar bisa tahu keragaman budaya yang ada di Indonesia. Makanya langkah Presiden Jokowi mengeluarkan Keputusan Presiden (Keppres) akan membuat semua orang tahu, dari mana lahirnya dasar negara Indonesia itu. Apalagi di Ende antar-agama sudah saling membaur dan bergotong royong, sehingga perlu dilestarikan,”paparnya.

Untuk diketahui, Menteri Tjahjo Kumolo ketika di Ende didampingi sang istri, Ny.Erni Guntarti Tjahjo Kumolo selaku Ketua Umum TP PKK. Mendagri Tjahjo Kumolo saat memimpin upacara peringatan hari lahirnya Pancasila di Lapangan Pancasila Ende, Jumat 01 Juni 2018, mengenakan pakaian adat Ende Lio.

Selain Thahjo, sejumlah pejabat lainnya yang hadir juga mengenakan pakaian adat Ende Lio, yakni Gubernur NTT Frans Lebu Raya dan Ketua DPRD NTT Anwar Pua Geno. Hadir dalam upacara akbar ini, sejumlah pejabat dari Kementerian Dalam Negeri, Rektor IPDN, Pejabat Kementerian Tenaga Kerja, pejabat Provinsi NTT, pejabat Kabupaten Ende dan ribuan warga Ende memadati lapangan Pancasila Ende.

Setelah selesai upacara, akan dilanjutkan dengan kegiatan penyerahan KTP Elektronik secara simbolis oleh Mendagri kepada tujuh perwakilan masyarakat Ende yang lahir pada 1 Juni. Selain itu ada penyerahkan alat-sekolah oleh Mendagri dan ibu. Kemudian, Tjahjo Kumolo beserta rombongan akan meninjau tempat perenungan Bung Karno dan rumah pengasingan Bung Karno. Disini dilakukan penandatanganan prasasti Peresmian Patung Bung Karno. +++ tim cnc

 

Gambar : Patung Bung Karno di samping pohon sukun di kompleks Pelabuhan Bung Karno, Ende, Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur. (doc. CNC/Kompas.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *