‘Tambal Sulam’ Kursi DPR di Ruang Kontestasi Pilkada

Figur-figur yang maju bertarung (kontestasi) di gelanggang Pemilu kepala daerah (Pilkada) tidak saja masyarakat sipil namun juga politisi dan birokrat.  Mirisnya  meski belum tentu menang tapi mereka harus rela melepaskan jabatan dan kepangkatannya.

Kupang, citra-news.com –  ADA banyak contoh soal yang terjadi di tanah air terkait ‘tambal’ sulam kursi’ jabatan akibat ikut kontestasi Pilkada. Ada figure calon yang sebelumnya punya jabatan dan kepangkatan tapi rela melepaskan semuanya itu untuk beradu untung merebut kursi kepala daerah.

Khususnya Provinsi Nusa TenggaraTimur (NTT) di gelanggang Pilkada serentak 2018 terdapat figure calon yang sebelumnya adalah anggota DPR RI. Sebut saja Viktor Bungtilu Laiskodat dan Benny Kabur Harman harus rela meninggalkan kursi DPR RI dan kembali ke NTT untuk maju jadi calon Gubernur NTT periode 2018-2023.

Sama halnya dengan Nelson Obed Matara yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Provinsi NTT harus rela meninggalkan kursi empuk dewan yang sudah didudukinya selama belasan tahun. Nelson Matara kini maju jadi calon Bupati Kupang serta Ampera Seke Selan dan Johny Army Konay maju jadi Calon  Bupati Timor Tengah Selatan (TTS).

Tidak bedanya dengan ‘tambal sulam’ kursi birokrat Setda Provinsi NTT. Di Pilkada 2018 ini ada dua pejabat masing-masing Kepala Dinas Kesehatan, Dr. Kodi Mete dan Inspektur, Paul Limu. Keduanya maju jadi Calon Bupati Sumba Tengah dan Sumba Barat Daya. Akibatnya dua kursi kosong birokrat Setda Provinsi NTT itu kini sudah terisi kembali. Setelah Gubernur Frans Lebu Raya melantik Drg. Dominikus Minggu, M.Kes (Kepala Dinas Kesehatan) dan Drs. Marsianus Jawa, M.Si (Inspektur) pada tanggal 7 Juni 2018.

Terkait pergantian anggota DPRD Provinsi NTT ikut di kontestasi Pikada 2018, Kepala Biro Humas Setda Provinsi NTT, Drs. Semuel Pakereng melalui WhatsApp Group Humas NTT, Minggu 24 Juni 2018 menyebarkan surat undangan pelantikan Anggota Pengganti Antar Waktu DPRD Provinsi NTT.

Adapun nama-nama Anggota Pengganti Antar Waktu DPRD Provinsi NTT adalah Drs. Yohanes Rain Tukan; Aulora Agrava Modok, S.Sos; dan Rany Marlina Un, SE, MM. Pelantikan ketiga anggota DPRD NTT ini melalui Rapat Paripurna Istimewa dewan pada Senin, 25 Juni 2018 di Ruang Sidang Utama Gedung DPRD Provinsi Nusa Tenggara Timur, Kupang.

Sebelumnya, Ketua DPRD Provinsi NTT, Anwar Puageno mengatakan, ada 3 (tiga) anggota DPRD Provinsi NTT yang mengikuti kontestasi Pilkada 2018. Masing-masing Nelson Obed Matara jadi salah satu kontestasi Pilkada di Kabupaten Kupang. Sementara Ampera Seke Selan, dan Johny Army Konay mengikuti kontestasi Pilkada di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS).

“Secara lembaga DPRD Provinsi NTT akan melakukan PAW terhadap 4 orang anggota DPRD NTT. Masing-masing 3 (tiga) nama yang mengikuti kontestansi Pilkada dan 1 (satu) nama anggota DPRD NTT dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) atas nama Dolvianus Kolo yang sudah dipecat dari PDIP,”jelas Puageno.

Sembari menambahkan untuk proses PAW 4 (empat) anggota DPRD Provinsi NTT ini, pihaknya sudah bersurat ke Kementerian Dalam Negeri di Jakarta sejak awal April 2018. Sementara parpol yang punya wakil dan harus dipurnatugaskan tentunya punya calon pengganti guna ‘menambal sulam’ kursi kosong yang ada. +++ cnc1

Gambar: Drs. Semuel Pakereng. (Doc.marthen radja/CNC)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *