VICTOR LAISKODAT Masuk Daftar 16 CAGUB Pemenang Pilkada 2018

Viktor Bungtilu Laiskodat  adalah salah satu figure calon gubernur (Cagub) di Indonesia yang masuk dalam daftar Pemenang Pilkada 2018 versi Quick Count Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia (KPU RI). Cagub dan Cawagub NTT Viktor Bungtilu Laiskodat dan Josef Adrianus Nae Soi  mengantongi 35.20% suara atau 743.708 suara per suara masuk 88.48%.

Jakarta, citra-news.com – KOMISI Pemilihan Umum (KPU) hampir menyelesaikan proses perhitungan cepat atau quick count Pilkada Serentak 2018. Dari 17 Provinsi yang menggelar Pilkada, hanya Papua yang belum semua wilayahnya menggelar pemungutan suara.

Berikut ini daftar pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur (Paslon Cagub dan Cawagub) yang unggul versi quick count KPU seperti dilansir infopemilu.kpu.go.id, Jumat 29 Juni 2018. Ke 16 (enam belas) Paslon Cagub dan Cawagub dimaksud adalah (1) BALI : Wayan Koster – Tjok Oka Artha Ardhana Sukawati perolehan suara sebesar 57.62 % (persen) atau 1.211.556 suara per suara masuk 100 %; (2) JAWA BARAT : Ridwan Kamil – Uu Ruzhanul Ulum sebesar 33.15% atau 6.743.430 suara per suara masuk 94.22 %; (3) JAWA TENGAH : Ganjar Pranowo – Taj Yasin sebesar 58.80% atau 10.199.721 suara per suara masuk 98.90%; (4) JAWA TIMUR : Khofifah Indar Parawansa – Emil Elestianto Dardak sebesar 53.73% atau 10.044.129 suara per suara masuk 96.91%; (5) KALIMANTAN BARAT : Sutarmidji – Ria Norsan sebesar 51.95% atau 1.283.968 suara per suara masuk 96.43%; (6) KALIMANTAN TIMUR : Isran Noor – Hadi Mulyadi sebesar 31.24% atau 407.616 suara per suara masuk 97.85%;  (7) LAMPUNG : Arinal Djunaidi – Chusnunia sebesar 37.83% atau 1.532.323 suara per suara masuk 98.99%; (8) MALUKU :  Murad Ismail – Barnabas Orno sebesar 40.12% atau 253.981 suara per suara masuk 77.67%; (9) MALUKU UTARA : Ahmad Hidayat Mus – Rivai Umar sebesar 31.94% atau 176.019 suara per suara masuk 99.49%; (10) NUSA TENGGARA BARAT : Zulkieflimansyah – Sitti Rohmi Djalilah sebesar 31.69% atau 802.437 suara per suara masuk 99.28%;

(11) NUSA TENGGARA TIMUR VIKTOR BUNGTILU LAISKODAT – JOSEPH A.NAE SOI sebesar 35.20% atau 743.708 suara per suara masuk 88.48%; (12) RIAU : Syamsuar-Edy Nasution sebesar 39.03% atau 773.959 suara per suara masuk 94.02%; (13) SULAWESI SELATAN : Nurdin Abdullah – Andi Sudirman Sulaiman sebesar 43.68% atau 1.769.820 suara per suara masuk 95.11%; (14) SULAWESI TENGGARA : Mazi – Lukman Abunawas sebesar 43.55% atau 462.309 suara per suara masuk 94.34%; (15) SUMATERA SELATAN : Herman Deru – Mawardi Yahya sebesar 35.91% atau 1.219.591 suara per suara masuk 90.14%; (16) SUMATERA UTARA : Edy Rahmayadi – Musa Rajekshah sebesar 57.86% atau 3.037.744 suara per suara masuk 92.08%.

Ditemui secara terpisah Wahyu Setiawan, Komisioner KPU RI mencatat terdapat 69 Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang harus Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilkada 2018. Ke 69 TPS tersebut tersebar di 26 Kabupaten/Kota di 10 Provinsi.

Dia membeberkan, 69 TPS tersebut harus PSU untuk menindaklanjuti rekomendasi Panwas. Ada beberapa faktor yang membuat PSU Pilkada 2018 harus dilakukan di TPS tertentu. Antara lain, adanya penggunaan hak pilih lebih dari satu kali oleh satu orang pemilih. Kemudian penggunaan hak pilih oleh pemilih dari luar daerah pemilihan, kekurangan surat suara dari jumlah DPT di TPS, selisih penggunaan surat suara dengan jumlah pemilih, surat suara dicoblos sebelum hari pemungutan.

“Kerusuhan di TPS pasca pemungutan yang membuat KPPS dan saksi menghitung di luar TPS, serta pembukaan kotak suara tidak sesuai aturan juga menjadi penyebab terjadinya PSU,” ucap Wahyu.

Disebutkan, 69 TPS yang harus PSU Pilkada 2018 itu berada di Provinsi Sulawesi Tengah Papua, Sulawesi Barat, Kalimantan Selatan masing-masing 1 (satu) TPS. Sementara Provinsi Riau; Jawa Barat masing-masing 2 TPS. Untuk Provinsi Jawa Timur ada 5 (lima) TPS; NUSA TENGGARA TIMUR sebanayka 11 TPS. Serta 43 TPS di Provinsi Sulawesi Tenggara.+++ tim cnc/web

 

Gambar : Partai pengusung Joko Widodo Calon Presiden  2019, Viktor Bungtilu Laiskodat (Partai Nasdem) dan Joseph A. Nai Soi (Partai Golkar), Pasangan Gubernur/Wagub NTT di Pilkada Serentak 27 Juni  2018. Doc. CNC/web

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *