TERKUTUK, MH Membenam BAYI ke Lubang WC

Seorang bayi laki-laki akhirnya harus meregang nyawa. Tindakan biadab itu  dilakukan MH saat diintergoasi polisi di Polsek Waigete Maumere. Bahwa bayi yang dia (MH) lahirkan itu adalah hasil hubungan gelap dirinya dengan SUL.

Maumere, citra-news.com – HUBUNGAN gelap antara MH (36) dan SUL yang konon berlangsung sejak Pebruari 2018, telah membuahkan hasil. Yaitu MH mengandung bayi yang dilahirkan pada Kamis  8 September  2018. Akan tetapi namanya juga hasil hubungan gelap alias perselingukuhan sudah tentu MH tidak ingin terang benderang diketahui banyak orang.

Tragisnya, MH warga kampung Wairmitak, Desa persiapan Mahekelan, Kecamatan Waigete Kabupaten Sikka,  telah membuang bayinya ke lubang WC.

Peristiwa laknat tersebut diketahui Polisi setelah MH digelandangkan ke kantor Polsek Waigete. Dan diperkuat oleh pengakuan saksi EE (28) dan MS (56) setelah menghirp aroma busuk dari arah rumah pelaku MH.

Kronologis kejadian seperti yang dilansir pihak Polres Sikka, dan diteruskan melalui WhatsApp Group (WAG) Sabtu 8 September 2018.  Bahwa pada Kamis 6 September 2018 sekitar pukul 13.00 Wita, pelaku MH merasa sakit perut dan menuju ke WC di belakang rumahnya. Tiba-tiba MH melahirkan bayi yang dikandungnya.

Menurut pengakuan MH, dia melahirkan bayi laki-laki (korban) dan langsung meninggal dunia. Dan pelaku membiarkan bayi yang lahirkan itu membenam di lubang WC.

Pada Sabtu 8 September 2018 sekitar pukul 09.30 Wita, saksi EE warga Kolibuluk Desa Hoder dan saksi MS warga Wairmitak Desa persiapan Mahekelan, Kecamatan Waigete Kabupaten Sikka. Kedua saksi tersebut mengaku menghirup bau busuk dari arah rumah pelaku MH. Ketika kedua saksi itu mendekati arah bau busuk yang menyengat hidung dan melihat ke dalam lubang WC, ternyata ada sesosok mayat bayi yang sudah membusuk.

Lalu saksi 1 (EE) dan saksi 2 (MS) berusaha menelpon Saksi 3 atas nama NONA SELAK (45) yang selanjutnya sebagai PELAPOR. Dan pada hari yang sama juga Nona Selak langsung mendatangi SPKT Polsek Waigete untuk melaporkan kejadian tersebut.

Menurut pengakuan pelaku MH bahwa bayi yang ia lahirkan itu adalah hubungan perselingkuhannya dengan saudara SUL sejak bulan Pebruari 2018.

Sementara tindakan yang dilakukan kepolisian adalah menerima laporan saksi Nona Salak; Mencatat identitas pelaku MH dan para saksi; melakukan olah TKP. Dalam olah TKP tersebut dlakukan oleh Tim Identifikasi Polres Sikka dibawah komando KSPKT, Ipda R.MANURUNG, S.trK dan PAUR Identifikasi Polres Sikka atasnama Aipda DAVID DAUD JERADU, dan Kapolsek Waigete, Aiptu SIPRIANUS RAJA bersama anggota.  Serta membuat Laporan Polisi Nomor/LP/32/X/2018/NTT/Res.Sikka/Sek.Waigete tanggal 08 September 2018.

Menjadi catatan polisi bahwa suami pelaku MH berada di Kalimantan. Keduanya belum menikah secara agama dan memiliki 6 orang anak. Saat ini pelaku MH telah diamankan di Sat Reskrim Polres Sikka dan korban dibawa ke RSUD TC Hillers Maumere untuk dilakukan visum et repertum. +++ amor-cnc/polressikka

Sumber : Polres Sikka/CNC-armando WS

Editor : marthen radja

Gambar : Ilustrasi Kapolres Sikka, Rickson PM Situmorang, S.IK membagi bantuan Sembako kepada korban bencana Air Laut Pasang di Kabupaten Sikka-NTT beberapa waktu lalu.

Foto : doc. CNC/armando WS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *