Demi KESEJAHTERAAN Rakyat Lahan KOSONG Harus DIDAYAGUNAKAN

Semuel Rebo : Wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur memiliki potensi sumber daya alam yang berlimpah rua. Dari kekayaan alam yang ada ini bila dioptimalisasiklan pengelolaannya maka akan mampu mensejahterahkan rakyat.

Kupang, citra-news.com – GUBERNUR NTT, VIKTOR Bungtilu Laiskodat dalam beberapa kali kunjungan kerja ke kabupaten, selalu mengingatkan agar lahan kosong yang ada harus didayagunakan. Lahan-lahan kosong yang ada harus dikelola secara baik demi peningkatan kesejahteraan rakyat.

Hal itu dikatakan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perijinan Terpadu Satu Pintu Provinsi Nusa Tenggara Timur NTT), Ir. Semuel Rebo, M.Si, saat ditemui citra-news.com di ruang kerjanya, Senin 17 September 2018.

“Pada prisipnya pak gubernur mengingatkan lahan kosong yang ada jangan dibiarkan. Lahan kosong yang ada harus dikelola dengan baik agar bisa memberikan kesejahteraan masyarakat NTT. Itu beliau tegaskan kembali ketika berkunjung ke lokasi tambak garam di Bipolo Kabupaten Kupang. Bahwa di Kabupaten Kupang ada lahan garam yang tidak dikelola oleh PT Panggung Guna Ganda. Beliau katakan kalau tidak mau kelola pemerintah NTT ambil alih saja. Sehingga bisa dioptimalkan untuk kesejahteraan rakyat,”jelas Rebo.

Dikatakan, salah salah satu tekad pemerintah Provinsi NTT 5 (lima) tahun ke depan adalah garam dan ternak. Apalagi wilayah Provinsi NTT sangat potensial untuk pengembangan garam dan ternak. Jika ini dioptimalkan maka mampu menjawab kebutuhan pangan nasional.

Untuk garam, sebut Rebo, hampir semua kabupaten/kota di NTT memiliki potensi. Dan dengan luasan ratusan hektar pula. Dari fakta data Kabupaten Kupang misalnya lahan garam yang sedang dikelola dengan luasan 30 Hektar dan berproduksi sebanyak 400 ton.

Berikut di Kabupaten Malaka, kata Rebo, pada Jumat 14 September 2018 Gubernur NTT langsung turun ke beberapa lokasi tambak garam.  Dimana di beberapa desa adatambah garam yang sedang dikelola oleh PT Inti Daya Kencana. Total luasan lahan garam  yang ada di Kabupaten Malaka seluas 2.500 hektar namun baru dikelola seluas 32 Hektar.

“Di Malaka beliau (Gubernur Viktor) menyapa warga masyarakat. Khususnya para petani garam

mengingatkan untuk selalu bekerja keras. Belau berjanji tahun depan (2019) beliau akan datang sendiri dan memanen garam dari areal yang ada. Dengan harapan bisa mencapai target 1 (satu) juta ton garam,”kata Rebo.

Selain Kabupaten Kupang dan Malaka juga kabupaten lain yang juga memiliki potensi garam, lanjut Rebo, adalah Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Timor Tengah Utara (TTU), Sabu Raijua, Rote Ndao, Nagekeo. “Kabupaten-kabupetn ini yang jadi potensi unggulan garam NTT. Selain itu Kabupaten Ende, Lembata, Flores Timur, Sikka, dan Kabupaten Alor,”tandasnya.

Terkait PT Panggung Guna Ganda yang sudah memiliki ijin usaha ini, menurut Rebo, ada bberapa kendala yang dihadapi. Diantaranya soal lahan garam yang dibiarkan kosong. “Kalau soal legalitas lahan yakni menyangkut Hak Guna Usaha (HGU) itu sudah menjadi urusan Badan Pertanahan. Akan tetapi pak Gubernur menekankan bahwa pada prinsipnya tidak boleh ada lahan kosong. Lahan itu harus didayagunakan untuk kesejahteraan rakyat,”ucap Rebo.

Sementara beberapa lahan lainnya yang dikelola oleh beberapa investor, menurut Rebo, Bupati Kupang menghimbau kepada warga pemilik lahan untuk mmbentuk lembaga adat. Ini dimaksudkan agar dalam kegiatan usaha pengolahan pihak perusahaan harus melibatkan masyarakat lkal yang ada. Juga dengan catatan ada sistem bagi hasil beberapa persen untuk masyarakat pemilik lahan.

Terkait kendala pasar dan prospek  ke depan calon-calon investor garam, kata Rebo, Gubernur dan Wakil Gubernur NTT (Viktor dan Josef) tentunya sudah punya mitra dengen beberapa pengusaha garam. Termasuk relasi untuk pemasaran hasil produksi garam.

“Untuk dua hal ini saya kira kita perlu meragukan lagi. Karena pak Gubernur dan Wakilnya sudah punya relasi akses pasar yang bisa memudahkan petani kita.  Asal saja optimalisasikan lahan-lahan garam yang dibiarkan kosong. Produksi dari tambak-tambak garam yang ada ditingkatkan, juga lahan yang ada diperluas. Dengan begitu maka target NTT menjadi  sentral industry garam nasional bisa terwujud,”pungkasnya. +++ cnc1

Gambar : Ir. Semuel Rebo, M.Si, Kepala Dinas PMPPTSP Provinsi NTT.

Foto : doc. CNC/marthen radja

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *