ROMA’ Ditaburi Nuansa BUDAYA SIKKA

Fransiskus ROBERTO Diego dan ROMANUS Woga adalah salah satu dari 10 pasangan Bupati dan Wakil Bupati Terpilih di Provinsi NTT, hasil Pilkada Serentak 27 Juni 2018. Hebatnya, pasangan dengan tagline ROMA ini mendapat posisi istimewa.  Karena terjadwal pertama dan dilantik pertama oleh Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat atas nama Menteri Dalam Negeri pada Kamis, 20 September 2018.

Kupang, citra-news.com –KETUA PANITIA pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Sikka, Stefanus STANIS dalam rapat bersama Kerukunan Keluarga Besar Maumere (KKBM) di Kupang memberikan apresiasi kepada pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur yang sudah berupaya maksimal memastikan jadwal pelantikan dimaksud.

“Dalam pertemuan kami dengan pak Asisten I (urusan Pemerintahan dan Pembangunan) Setda Provinsi NTT, sudah mendapat kepastian tentang jadwal pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Sikka. Jadwal pastinya Bupati dan Wakil Bupati Sikka dilantik pada Kamis 20 September 2018,”jelas Stanis di kediaman Marsi Sadipun di biliangan Oebufu Kota Kupang, Senin 17 September 2018 .

Setelah kita mendapatkan kepastian jadwal, lanjut Stanis, itu artinya persiapan ‘panitia kecil’ ini sudah tidak ada masalah lagi. Secara teknis setiap seksi tentu sudah mulai aktif dengan perannya masing-masing. Kerena tempat pelantikannya di Kupang ibukota provinsi maka Bupati dan Wakil serta rombongan perlu kita jemput. Terutama Bupati dan Wakil yang kedatangannya berbeda waktu. Karena dikabarkan Bupati Sikka (Terpilih) akan tiba pada Rabu 19 September sementara wakil bupati tiba waktu sebelumnya.

“Terhadap usulan pak Geradus Menyela bahwa penjemputan hingga hari H pelantikan, kita tonjolkan nuansa budaya. Ini usulan cerdas yang memang harus demikian. Sebagai ‘orang Maumere’ yang taat dengan adat budaya maka momentum ini kita gelorakan. Mulai dari acara penjemputan dimana penjemput dengan pakaian adat Kabupaten Sikka. Kemudian tutur sapa juga berbahasa adat dengan percikan ‘huler wair’. Semua kita harus lakukan,”kata Stanis.

“Iya termasuk juga acara ‘ulu higun’ (sesajian) untuk para leluhur. Saat membunuh hewan untuk acara ini juga bagian yang tidak terpisahkan dari tutur adat kita. Dan tarian adat dan gong waning yang menandai adanya acara sukacita, para penari dan penabuh gong gendang harus berpakaian adat Kabupaten Sikka. Dengan kekayaan budaya dan etnis yang beragam di Kabupaten Sikka ini juga menjadi momentum kita memupuk persatuan dan tali persaudaraan. Bahwa kita satu dalam Keluarga Besar Maumere di Kupang,”Achri Deodatus menambahkan.

Semua rencana panitia ini terwujud sudah saat penjemputan Bupati dan Wakil Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diego Idong atau akrab disapa Robby Idong dan Romanus Woga. Pasangan dengan tagline ROMA ini saat tiba di Bandara El Tari Kupang diterima secara adat oleh panitia KKBM. Meski berbeda waktu tiba di Kupang antara Bupati dan Wakil Bupati Sikka, tapi recikan huler wair pratanda kesejukan dan selendang kain adat membalut pundak pratanda beban tanggung jawab yang harus mereka emban selama  memimpin rakyat Sikka 5 tahun ke depan.

Paling tidak marwah kesejukan dan aura kebapaan yang mengedepankan plipo abong (merangkulsatu tanpa membedakan suku dan RAS) menjadi kompas bagi ROMA dalam melaksanakan program-program pembangunan di Nian Tana Kabupaten Sikka. +++ tim cnc

Gambar : Robby Idong diterima Ketua KKBM Kristo Blasin di Kupang, Rabu 19 September 2018.

Foto : doc. CNC/sie humas-panitia KKBM.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *