Bursa INOVASI Desa Forum Pertukaran GAGASAN

Alokasi dana desa miliaran rupiah per desa bertujuan untuk menumbuhkembangkan perekonomian masyarakat. Kepala desa dan para pendamping desa diminta untuk mengawal, mendorong dan menggairahkan kelompok usaha di setiap desa. 

Maumere, citra-news.com – KEPALA Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Provinsi Nusa Tenggara Timur, Drs. Mekeng P. Florianus mengatakan, Bursa Inovasi Desa (BID) merupakan kerangka pikiran program inovasi desa yang diprakarsasi oleh Kementerian Desa dan Pembangunan Tertinggal Republik Indonesia.

“Kerangka pikir dari program inovasi desa adalah optimalisasi pemanfaatan dana desa agar dana desa dimanfaatkan sesuai tujuannya. Yakni pengentasan kemiskinan dalam seluruh aspek  kehidupan masyarakat di desa,”kata Flori dalam sambutannya pada pembukaan BID di Aula Sikka Convention Center (SCC) di Maumere, Rabu 10 Oktober 2018.

Menurutnya, forum BID merupakan sebuah model bertemunya para pelaku usaha dari desa. Dan juga forum tukar-menukar informasi dan gagasan terkait pelaksanaan pembangunan ekonomi desa yang bersumber dari dana desa.

Flori juga berharap agar dalam pemanfaatan dana desa, para kepala desan dan pendamping desa untuk selalu mengawal, mendorong, dan menggairahkan kelompok usaha yang ada di setiap desa. Demikian juga masyarakat desa diminta untuk terus berinovasidan kreasi dalam membangun usaha.

Hal senada juga disampaikan Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo Idong, S.Sos, M.Si atau akrab disapa ROBY Idong. Menurutnya, inovasi dan daya kreasi yang perlu dimiliki masyarakat desa adalah menghasilkan produk-produk usaha yang berbeda antara satu kelompok dengan kelompok lainnya. Artinya harus ada kekhasan tersendiri bagi masing-masing desa.

“Adanya dana desa yang dialokasikan setiap tahun mestinya masyarakat Kabupaten Sikka harus bisa berubah pola kehidupan yang ada. Dari pola kehidupan yang tradisional ke kehidupan masyarakat milenial. Artinya menolak hidup malas, berdisiplin tinggi, hemat dan efisiensi serta inovasi dan kreasi dalam menggunakan sumber daya yang dimiliki,”tegas Roby.

Berkaitan dengan pelaksanaan program inovasi desa di Kabupaten Sikka, Bupati Roby memberikan ruang bagi kabupaten lain di NTT atau dari luar provinsi NTT untuk membagi kreativitas dan inovasi. Sehingga bisa saling bertukar informasi dan gagasan dalam membangun dan menggairahkan kelompok usaha industry desa di Kabupaten Sikka.

Peserta yang diundang  dalam kegiatan BID tersebut diantaranya Tim Inovasi tingkat Kabupaten Sikka, para camat se-Kabupaten Sikka, Pendamping Profesional Desa, Tim Pelaksana Inovasi Desa se-Kabupaten Sikka, Kepala desa dan utusan desa (Badan Permusyawaratan Desa dan tokoh masyarakat), tokoh agama, para Penyedia Peningkatan Kapasitas Teknis Desa (P2KTD). Juga hadir pimpinan OPD dan instansi vertical, Perguruan Tinggi, LSM/NGO, Perbankan dan Koperasi.

Adapun materi BID tahun 2018  terdiri dari Tim pelaksana inovasi desa/kecamatan sebanyak 49 jenis inovasi. Denganb rincian 3 jenis inovasi di bidang pengembangan ekonomi lokal, dan 2 jenis inovasi di bidang infrastruktur desa.

Sedangkan inovasi yang dilaksanakan oleh P2KTD sebanyak 84 jenis inovasi. Terdiri dari 45 jenis inovasi di bidang pengembangan SDM, 32 jenis inovasi di bidang pengembangan ekonomi lokal, dan 7 jenis inovasi di bidang infrastruktur desa. +++ amor/cnc

Reporter : Armando WS/CNC

Editor : marthin radja

Gambar : Bupati Sikka ROBY Idong berkunjung ke salah satu stand inovasi pengembangan infrastruktur desa di SCC Maumere, Kamis 11 Oktober 2018

Foto : doc. Armando WS/CNC

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *