Iklan Baris :
Ingin Pasang Iklan, Klik disini - Ingin Koreksi, Klik Teks ini
Sosbud  

KERJA Keras Untuk NTT Sejahtera

CitraNews

Menurutnya, kita perlu belajar dari Zending atau misi gereja dalam menghasilkan manusia yang berkualitas di masa lalu. Untuk itu mari para pastor dan pendeta serta pemuka agama untuk berperan juga sebagai pendidik, ajak Viktor.

“Saya percaya para pastor dan pendeta dengan visi keterpangilannya untuk melayani. Dapat melakukan transfer pengetahuan dan membentuk karakter manusia yang kuat. Serta menghasilkan manusia dengan moralitas hebat. Pemerintah akan mendukung secara penuh dari segi penganggarannya. Berapapun yang dibutuhkan gereja asalkan untuk pendidikan manusia berkualitas, pemerintah siap membantunya,”beber Viktor.

Gubernur Viktor juga berharap STFTK Ledalero Maumeredengan keunggulannya dalam filsafat turut serta dalam peningkatan budaya literasi masyarakat NTT yang sudah tergolong rendah. Kalau literasi semakin meningkat kebangkitan NTT bisa dicapai dalam waktu yang tidak terlalu lama. “Kalau literasi kita rendah bukan hanya Gubernur yang malu, Uskup, pastor, pendeta, polisi, tentaradan semua orang NTT pasti malu. Saya yakin kalau kita benahi pendidikan secara bersama, hasilnya akan luar biasa tampak dalam tiga tahun,”ungkapnya.

Baca Juga :  Bunda JULIE Merajut BUDAYA TENUN NTT di Kalangan PELAJAR

Dukung Moratorium Pengiriman TKI

Pada kesempatan yang sama, Pater Lukas Jua, SVD mengapresiasi langkah cerdas yang dilakukan Gubernur dan Wakil Gubernur NTT melakukan moratorium terhadap pengiriman TKI asal NTT ke luar negeri maupaunk daerah lainnya di luat NTT.

Baca Juga :  LADANG RAKYAT, Aplikasi Informasi Usaha PETANI dan PETERNAK

“Kami menyambut gembira atas keputusan Gubernur terkait moratorium pengiriman TKI ke leuar negeri atau keluar NTT. Kami dari SVD Ende bersama STFTK Ledalero punya dua prioritas perhatian. Yakni masalah HIV/AIDS dan pekerja migrant. Data penelitian Candraditya menyebutkan masalah migrant pada 5 kabupaten di Flores. Hasil data tengah diolah untuk nantinya diseminarkan dan dapat menjadi pijakan dalam pengelolaan masalah migrant,”papar Pembina yayasan Santu Paulus Ende ini.